Saturday, August 2, 2014

MAKNA UPACARA BENDERA BAGI KALANGAN PELAJAR

MAKNA UPACARA BENDERA BAGI KALANGAN PELAJAR






                        Program Studi Nutrition and Food Technology
                                                      Kelas A
                                                          Kelompok Bunga Sedap Malam


Nama Anggota Kelompok:
           Anndaru Yaumi Fitri             NIM 203137335157043
           Bertha Araminta                   NIM 203131041956581
           Dennis Guido                       NIM 203135030033497
           Fajar Nugroho                     NIM 203133827583477
           Nunik Sri Nurazizah             NIM 203131543080359
           Nurzhafarina Sajidah            NIM 203135172792032

NILAI PRESENTASI: 92.43

TANGERANG
2014




KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena berkat pertolongan dan rahmat-Nya makalah berjudul “Makna Upacara Bendera bagi Kalangan Pelajar” yang menjadi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan ini dapat diselesaikan.
            Pada hakekatnya upacara bendera merupakan pencerminan dari nilai-nilai budaya yang menjadi salah satu pancaran peradaban bangsa. Upacara bendera merupakan salah satu identitas bangsa dan proses pembentukan sikap nasionalisme dan patriotisme anak bangsa. Lalu bagaimana respon para peserta upacara secara pribadi? Apakah mereka mengingat rangkaian kegiatan dalam upacara? Hal ini mendorong keingin tahuan penulis. Maka dilakukanlah sebuah penelitian kecil terkait sikap nasionalisme dan patriotisme peserta upacara khususnya kalangan pelajar.
            Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Aryaning Arya Kresna selaku dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan karena berkat bimbingan dan arahan beliau kendala-kendala yang dihadapi dapat teratasi dan pada akhirnya penelitian dan penyusunan makalah ini dapat diselesaikan. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut berpartisipasi dan membantu pelaksanaan penelitian ini.
            Penulis menyadari bahwa makalh penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari segi penyusunan, bahasan, maupun penulisannya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca, khususnya dari Bapak Aryaning Arya Kresna selaku Dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan supaya menjadi bahan acuan kami untuk lebih baik di masa yang akan datang. Penulis juga berharap semoga laporan penelitian ini dapat bermanfaat bagi pembaca.



                                                                                                            Tangerang, Juli 2014
                                                                                                           

Penulis



DAFTAR ISI

Kata Pengantar.................................................................................................................... i
Daftar Isi............................................................................................................................. ii             
Bab I Pendahuluan.............................................................................................................. 1
1.1. Latar Belakang Masalah................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah............................................................................................ 1
1.3. Tujuan Penelitian.............................................................................................. 1
1.4. Landasan Teori................................................................................................ 2
Bab II Isi............................................................................................................................ 4
2.1.Hasil................................................................................................................. 4
2.2. Pembahasan..................................................................................................... 8
Bab III Kesimpulan dan Saran............................................................................................ 11
3.1. Kesimpulan..................................................................................................... 11
3.2. Saran............................................................................................................... 11
Lampiran............................................................................................................................. 12
Daftar Pustaka..................................................................................................................... 13



BAB I. PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
Upacara merupakan suatu aktivitas sakral yang dilakukan oleh sekelompok orang, termasuk juga upacara bendera. Di Indonesia, upacara bendera pertama kali dilaksanakan pada 17 Agustus 1945. Peristiwa ini dipandang sakral dan dihormati oleh seluruh peserta upacara pada saat itu.
Upacara bendera sesungguhnya merupakan pencerminan dari nilai-nilai budaya bangsa yang merupakan salah satu pancaran peradaban bangsa. Hal inilah yang menjadi ciri khas dan membedakan suatu bangsa dengan bangsa lainnya.
Tentu kegiatan upacara bendera merupakan suatu kegiatan yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Di Indonesia, kegiatan ini kurang lebih diadakan 3-4 kali dalam sebulan oleh pelajar di berbagai sekolah. Namun, bila upacara dilaksanakan tanpa memahami tujuannya, maka upacara akan menjadi formalitas tanpa roh. Hal ini akan berakibat pada sikap peserta terhadap rangkaian kegiatan upacara.
Saat ini, nampaknya pamor upacara bendera semakin menurun di kalangan masyarakat. Upacara bendera nampak seperti kegiatan rutin yang tidak memiliki tujuan dan arah yang penting untuk dilaksanakan oleh peserta upacara khususnya pelajar.
1.2  Rumusan Masalah
-           Apakah para pelajar mengetahui rangkaian upacara bendera yang sering dilaksanakan?
-          Bagaimana makna kegiatan upacara dalam benak pelajar?
-          Seberapa penting kegiatan upacara untuk dilaksanakan?
-          Apakah upacara bendera dijalani sebagi formalitas saja oleh para pelajar?

1.3  Tujuan Penelitian
-          Meneliti pengetahuan para pelajar akan rangkaian kegiatan upacara yang rutin dilakukan sekitar 3-4 kali dalam sebulan.
-          Meneliti pemahaman para pelajar mengenai tujuan dan makna upacara bendera yang dilaksanakan sejak usia muda.

1.4  Landasan Teori
Berdasarkan Direktorat Pembinaan Kesiswaan, Dikdasmen Dikbud dalam Nurhayati (2013), upacara bendera adalah kegiatan pengibaran atau penurunan bendera kebangsaan RI Sang Merah Putih, yang dilaksanakan pada saat-saat tertentu atau saat yang telah ditentukan, dihadiri oleh siswa, dan diselenggarakan secara tertib dan khidmat disekolah.
Nasionalisme merupakan paham kebangsaan yang mengandung makna kesadaran dan semangat cinta tanah air, memiliki rasa kebangsaan sebagai bangsa. (Nurhayati, 2013)
Di Indonesia, terdapat 2 jenis upacara, yaitu upacara militer dan upacara sipil (upacara di kalangan sekolah). Berdasarkan buku Petunjuk Pelaksanaan Upacara Bendera di Sekolah Tahun 1997 (Depdiknas) susunan upacara bendera sekolah adalah:
-          Pembina Upacara memasuki lapangan upacara
-          Penghormatan Umum
-           Laporan Pemimpin Upacara
-          Pengibaran Bendera Sang Merah Putih
-          Mengheningkan Cipta
-          Pembacaan Teks Pembukaan UUD 1945
-          Pembacaan Teks Pancasila
-          Amanat Pembina Upacara
-          Pembacaan Doa
-          Laporan Pemimpin Upacara
-          Penghormatan Umum
-          Pembina Upacara meninggalkan lapangan upacara
-          Upacara selesai, barisan dibubarkan
-          Penghormatan kepada Pemimpin Upacara


Ada 2 hal yang berbeda secara mendasar antara upacara militer dan upacara sipil, yaitu :

- Untuk upacara militer, urutan Pembacaan adalah Pancasila dilanjutkan Pembukaan UUD 1945. Sedangkan, untuk upacara sekolah adalah pembacaan Pembukaan UUD 1945 dan dilanjutkan dengan Pancasila.


- Setelah Amanat Upacara pada upacara militer dilanjutkan dengan Andhika Bhayangkari sedangkan pada upacara sekolah dilanjutkan dengan Pembacaan Doa. (Maulana, 2012)



BAB II. ISI
2.1 Hasil
           
Jumlah sampel : 25
Tingkat pendidikan sampel

Jumlah Sampel
SD
6
SMP
10
SMA
9


 Jumlah sampel : 25
1.      Berapa kali upacara dalam sebulan ?

Jumlah Penjawab
4 kali
17
2 kali
3
1 kali
4
Tidak sama sekali
1

Jumlah Sampel : 25
2.      Bunyi dan lambang sila-sila dalam pancasila ? (setiap sampel 3 sila)

Jumlah Penjawab
Benar semua
10
Salah tahu satu
9
Salah lebih dari satu
6
 


Jumlah sampel : 25
3.      Pancasila merupakan ideologi atau dasar Negara ?

Jumlah Sampel
Ideologi
14
Dasar Negara
11



Jumlah Sampel : 25
4.      Mana yang lebih dulu dibacakan dalam upacara, UUD atau Pancasila ?

Jumlah sampel
UUD
9
Pancasila
16



Jumlah sampel : 25
5.      Untuk apa kita upacara bendera?

Jumlah Penjawab
Menghormati Negara dan jasa para pahlawan
16
Menumbuhkan rasa cinta tanah air
6
Ikut-ikutan dan disuruh guru
1
Tidak tahu
2



Jumlah Sampel
Alat pemersatu Indonesia
3
Meningkatkan nasionalisme
1
Tidak tahu
1




Jumlah sampel : 5
6.      Makna umum dari Pancasila ?




2.2 Pembahasan
Pada kebanyakan sekolah, baik pada tingkat sd, smp, maupun sma, upacara berjalan cukup sering, yaitu sekitar 4 kali dalam sebulan. Dari 25 responden, mayoritas telah hafal pancasila yang sering dibacakan bersama-sama. Namun, masih terdapat beberapa orang yang tidak hafal. Padahal, pancasila ini sering mereka ucapkan, hal ini dapat menunjukkan bahwa upacara hanya rutinitas yang mereka jalani sebagai formalitas. Pancasila merupakan ideologi dan landasan pembangunan dan mayoritas responden telah memahami hal tersebut. Pancasila seharusnya menjadi dasar bagi masyarakat Indonesia dalam kehidupan berbangsa, namun jika generasi penerus bangsa tidak ingat akan isi pancasila, bagaimana mereka dapat membangun negara ini dengan baik ke depannya.

Urutan upacara yang tepat berdasarkan buku petunjuk pelaksanaan uapcara bendera di sekolah, adalah pembacaan pembukaan UUD 1945 dahulu kemudian dilanjutkan dengan pembacaan pancasila. Mayoritas menjawab pembacaan pancasila dahulu. Hasil ini menyatakan bahwa mereka hanya mengikuti upacara sebagai rutinitas sehingga tidak ingat akan urutan yang tepata atau tata upacara yang mereka jalankan adalah tata upacara militer. Meskipun, upacara adalah kegiatan yang tidak asing lagi namun mereka menjalaninya hanya sebagai formalitas dan hati mereka tidak terletak pada upacara tersebut. Sehingga seringkali mereka tidak mengingat rangkaian kegiatan upacara yang mereka jalani.

Jika kita melihat lebih jauh tentang makna upacara bendera bagi kalangan pelajar, rata-rata hanya memahami upacara untuk menghormati pahlawan dan mengenang jasa pahlawan, meskipun demikian mereka tidak tersentuh ataupun menangis ketika melihat bendera merah putih yang telah menelan ratusan  ribu  jiwa pahlawan, atau jutaan orang menderita karena mempertahankanya. Sayangnya hal ini hanya salah satu dari tujuan subjektif dalam upacara.

Berdasarkan Ipmkentingan, upacara memiliki dua tujuan, pertama subjektif  karena upacara memuat nilai-nilai dalam berbangsa, bernegara, nasionalisme serta memiliki nilai historis untuk menghargai jasa-jasa pahlawan, kedua tujuan objektif yang tercermin pada upacara yang selalu melibatkan banyak peserta, sehingga upacara dapat meningkatkan solidaritas di antara peserta. Nasionalisme merupakan perwujudan rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air. Generasi yang nantinya akan menjadi penerus bangsa patut mencintai bangsa yang telah diperjuangkan dengan begitu berat dan mengerti landasan pembangunan yang ada dalam pancasila dan UUD. Oleh sebab itu dalam upacara terdapat pembacaan pancasila dan UUD. Pemuda-pemudi masa depan tidak mungkin membangun bangsa ini sendiri mereka harus bersatu dan bekerjasama memajukan bangsa. Upacara seharusnya menyatukan mereka sehingga mereka dapat membuktikan bahwa usaha para pahlawan agar negara ini merdeka tidaklah sia-sia, membuktikan bahwa bangsa ini bangsa yang besar dan tidak mudah terpecah belah. Upacara dapat menjadi latihan kekompakkan sebelum menghadapi tantangan yang lebih besar dalam era globalisasi. Jika bersama-sama menghormati bendera yang merupakan identitas bersama saja tidak bisa bagaimana dapat menghadapi tantangan yang lebih besar.

Namun sekolah tidak mengajarkan mereka akan makna yang khusus atau tujuan upacara sehingga mereka cenderung meremehkan dan menjalani upacara yang sakral sebagai formalitas tanpa tau arah dan tujuan yang jelas dari kegiatan yang dijalani.




BAB III. KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
  Upacara bendera bukan hanya kegiatan rutinitas untuk mengenang jasa pahlawan dan menghormati negara saja. Melainkan, upacara bertujuan untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa. Terdapat pelajar yang belum ingat akan pancasila yang sering dibacakan dalam upacara bendera yang dilaksanakan sekitar 4 kali dalam sebulan. Sekolah tidak mengajarkan makna upacara yang tepat dan mendalam, sehingga pelajar melakukan upacara tanpa tahu tujuan dan arti penting bagi kehidupan kebangsaan mereka. Pelajar cenderung meremehkan karena kurang paham pentingnya pelaksanaan upacara bendera.

3.2 Saran
      Para pelajar perlu diberi pemahaman yang jelas dan mendalam mengenai pelaksanaan upacara dan besarnya pengorbanan pahlawan sehingga bendera merah putih dapat dikibarkan dan Indonesia dapat merdeka. Sebaiknya, generasi muda diajarkan mengenai  tujuan subjektif dan objektif dari upacara sehingga upacara tidak berjalan sia-sia, dan ciri khas serta identitas bangsa tidak luntur dan hilang begitu saja.


LAMPIRAN
            Penelitian ini dilakukan melalui wawancara dengan 25 responden pelajar sekolah di beberapa tempat yang dirangkum dalam sebuah film pendek “ Movie Upacara Bendera” berdurasi 8 menit yang tersedia pada http://www.youtube.com/watch?v=3iaUB7MgILA&feature=youtu.be



DAFTAR PUSTAKA

Ipmkentingan. Wibawa Upacara. [Online] tersedia pada http://lpmkentingan.com/wibawa-upacara-bendera/ (diakses pada 27 July 2014)

Maulana, Fajar. (2012) Perbedaan Tata Upacara Militer dengan Upacara Sekolah. [Online] tersedia pada http://paskibrasajati13.blogspot.com/2012/07/perbedaan-tata-upacara-militer-dengan.html (diakses pada 27 July 2014)

Nurhayati, Yanti. (2013) Pengaruh Upacara Bendera Terhadap Sikap Nasionalisme di SMPN 14 Bandung. Universitas Pendidikan Indonesia. [Online] tersedia pada http://repository.upi.edu/2582/4/S_PKN_0906224_Chapter1.pdf (diakses pada 27 July 2014)


2 comments: