MAKNA
UPACARA BENDERA BAGI KALANGAN PELAJAR
Program
Studi Nutrition and Food Technology
Kelas A
Kelompok Bunga Sedap Malam
Nama
Anggota Kelompok:
Anndaru
Yaumi Fitri NIM 203137335157043
Bertha
Araminta NIM
203131041956581
Dennis
Guido NIM
203135030033497
Fajar
Nugroho NIM
203133827583477
Nunik
Sri Nurazizah NIM
203131543080359
Nurzhafarina
Sajidah NIM
203135172792032
NILAI
PRESENTASI: 92.43
TANGERANG
2014
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Tuhan yang
Maha Esa karena berkat pertolongan dan rahmat-Nya makalah berjudul “Makna Upacara Bendera bagi Kalangan Pelajar” yang menjadi salah satu tugas
mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan ini dapat diselesaikan.
Pada hakekatnya upacara bendera
merupakan pencerminan dari nilai-nilai budaya yang menjadi salah satu pancaran
peradaban bangsa. Upacara bendera merupakan salah satu identitas bangsa dan
proses pembentukan sikap nasionalisme dan patriotisme anak bangsa. Lalu bagaimana
respon para peserta upacara secara pribadi? Apakah mereka mengingat rangkaian
kegiatan dalam upacara? Hal ini mendorong keingin tahuan penulis. Maka
dilakukanlah sebuah penelitian kecil terkait sikap nasionalisme dan patriotisme
peserta upacara khususnya kalangan pelajar.
Penulis mengucapkan terima kasih
kepada Bapak Aryaning Arya Kresna selaku dosen pengampu mata kuliah Pendidikan
Kewarganegaraan karena berkat bimbingan dan arahan beliau kendala-kendala yang
dihadapi dapat teratasi dan pada akhirnya penelitian dan penyusunan makalah ini
dapat diselesaikan. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak
yang turut berpartisipasi dan membantu pelaksanaan penelitian ini.
Penulis menyadari bahwa makalh
penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari segi penyusunan,
bahasan, maupun penulisannya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan
saran dari pembaca, khususnya dari Bapak Aryaning Arya Kresna selaku Dosen
pengampu mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan supaya menjadi bahan acuan kami
untuk lebih baik di masa yang akan datang. Penulis juga berharap semoga laporan
penelitian ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Tangerang,
Juli 2014
Penulis
DAFTAR
ISI
Kata
Pengantar.................................................................................................................... i
Daftar
Isi............................................................................................................................. ii
Bab
I Pendahuluan.............................................................................................................. 1
1.1.
Latar Belakang Masalah................................................................................... 1
1.2.
Rumusan Masalah............................................................................................ 1
1.3.
Tujuan Penelitian.............................................................................................. 1
1.4.
Landasan Teori................................................................................................ 2
Bab
II Isi............................................................................................................................ 4
2.1.Hasil................................................................................................................. 4
2.2.
Pembahasan..................................................................................................... 8
Bab III Kesimpulan dan Saran............................................................................................ 11
3.1.
Kesimpulan..................................................................................................... 11
3.2.
Saran............................................................................................................... 11
Lampiran............................................................................................................................. 12
Daftar Pustaka..................................................................................................................... 13
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Upacara
merupakan suatu aktivitas sakral yang dilakukan oleh sekelompok orang, termasuk
juga upacara bendera. Di Indonesia, upacara bendera pertama kali dilaksanakan
pada 17 Agustus 1945. Peristiwa ini dipandang sakral dan dihormati oleh seluruh
peserta upacara pada saat itu.
Upacara
bendera sesungguhnya merupakan pencerminan dari nilai-nilai budaya bangsa yang
merupakan salah satu pancaran peradaban bangsa. Hal inilah yang menjadi ciri
khas dan membedakan suatu bangsa dengan bangsa lainnya.
Tentu
kegiatan upacara bendera merupakan suatu kegiatan yang sudah tidak asing lagi
di telinga masyarakat. Di Indonesia, kegiatan ini kurang lebih diadakan 3-4
kali dalam sebulan oleh pelajar di berbagai sekolah. Namun, bila upacara dilaksanakan
tanpa memahami tujuannya, maka upacara akan menjadi formalitas tanpa roh. Hal
ini akan berakibat pada sikap peserta terhadap rangkaian kegiatan upacara.
Saat ini, nampaknya pamor upacara bendera semakin
menurun di kalangan masyarakat. Upacara bendera nampak seperti kegiatan rutin
yang tidak memiliki tujuan dan arah yang penting untuk dilaksanakan oleh
peserta upacara khususnya pelajar.
1.2 Rumusan
Masalah
- Apakah para
pelajar mengetahui rangkaian upacara bendera yang sering dilaksanakan?
-
Bagaimana
makna kegiatan upacara dalam benak pelajar?
-
Seberapa
penting kegiatan upacara untuk dilaksanakan?
-
Apakah
upacara bendera dijalani sebagi formalitas saja oleh para pelajar?
1.3 Tujuan
Penelitian
-
Meneliti
pengetahuan para pelajar akan rangkaian kegiatan upacara yang rutin dilakukan
sekitar 3-4 kali dalam sebulan.
-
Meneliti
pemahaman para pelajar mengenai tujuan dan makna upacara bendera yang
dilaksanakan sejak usia muda.
1.4 Landasan
Teori
Berdasarkan
Direktorat Pembinaan Kesiswaan, Dikdasmen Dikbud dalam Nurhayati (2013),
upacara bendera adalah kegiatan pengibaran atau penurunan bendera kebangsaan RI
Sang Merah Putih, yang dilaksanakan pada saat-saat tertentu atau saat yang
telah ditentukan, dihadiri oleh siswa, dan diselenggarakan secara tertib dan
khidmat disekolah.
Nasionalisme
merupakan paham kebangsaan yang mengandung makna kesadaran dan semangat cinta
tanah air, memiliki rasa kebangsaan sebagai bangsa. (Nurhayati, 2013)
Di
Indonesia, terdapat 2 jenis upacara, yaitu upacara militer dan upacara sipil
(upacara di kalangan sekolah). Berdasarkan buku Petunjuk Pelaksanaan Upacara
Bendera di Sekolah Tahun 1997 (Depdiknas) susunan upacara bendera sekolah
adalah:
-
Pembina Upacara memasuki lapangan
upacara
-
Penghormatan Umum
-
Laporan Pemimpin Upacara
-
Pengibaran Bendera Sang Merah Putih
-
Mengheningkan Cipta
-
Pembacaan Teks Pembukaan UUD 1945
-
Pembacaan Teks Pancasila
-
Amanat Pembina Upacara
-
Pembacaan Doa
-
Laporan Pemimpin Upacara
-
Penghormatan Umum
-
Pembina Upacara meninggalkan lapangan
upacara
-
Upacara selesai, barisan dibubarkan
-
Penghormatan kepada Pemimpin Upacara
Ada 2 hal yang berbeda
secara mendasar antara upacara militer dan upacara sipil, yaitu :
- Untuk upacara militer, urutan Pembacaan adalah Pancasila dilanjutkan
Pembukaan UUD 1945. Sedangkan, untuk upacara sekolah adalah pembacaan Pembukaan
UUD 1945 dan dilanjutkan dengan Pancasila.
- Setelah Amanat Upacara pada upacara militer dilanjutkan dengan Andhika
Bhayangkari sedangkan pada upacara sekolah dilanjutkan dengan Pembacaan Doa.
(Maulana, 2012)
BAB II. ISI
2.1
Hasil
Jumlah sampel : 25
Tingkat pendidikan sampel
Jumlah
Sampel
|
|
SD
|
6
|
SMP
|
10
|
SMA
|
9
|
Jumlah sampel : 25
1.
Berapa kali upacara dalam sebulan ?
Jumlah
Penjawab
|
|
4
kali
|
17
|
2
kali
|
3
|
1
kali
|
4
|
Tidak
sama sekali
|
1
|
Jumlah Sampel : 25
2. Bunyi
dan lambang sila-sila dalam pancasila ? (setiap sampel 3 sila)
Jumlah
Penjawab
|
|
Benar
semua
|
10
|
Salah
tahu satu
|
9
|
Salah
lebih dari satu
|
6
|
Jumlah sampel : 25
3.
Pancasila merupakan ideologi atau dasar
Negara ?
Jumlah
Sampel
|
|
Ideologi
|
14
|
Dasar
Negara
|
11
|
Jumlah Sampel : 25
4. Mana
yang lebih dulu dibacakan dalam upacara, UUD atau Pancasila ?
Jumlah
sampel
|
|
UUD
|
9
|
Pancasila
|
16
|
Jumlah sampel : 25
5. Untuk
apa kita upacara bendera?
Jumlah
Penjawab
|
|
Menghormati
Negara dan jasa para pahlawan
|
16
|
Menumbuhkan
rasa cinta tanah air
|
6
|
Ikut-ikutan
dan disuruh guru
|
1
|
Tidak
tahu
|
2
|
Jumlah
Sampel
|
|
Alat
pemersatu Indonesia
|
3
|
Meningkatkan
nasionalisme
|
1
|
Tidak
tahu
|
1
|
Jumlah sampel : 5
6. Makna
umum dari Pancasila ?
2.2
Pembahasan
Pada kebanyakan sekolah, baik pada
tingkat sd, smp, maupun sma, upacara berjalan cukup sering, yaitu sekitar 4
kali dalam sebulan. Dari 25 responden, mayoritas telah hafal pancasila yang
sering dibacakan bersama-sama. Namun, masih terdapat beberapa orang yang tidak
hafal. Padahal, pancasila ini sering mereka ucapkan, hal ini dapat menunjukkan
bahwa upacara hanya rutinitas yang mereka jalani sebagai formalitas. Pancasila
merupakan ideologi dan landasan pembangunan dan mayoritas responden telah
memahami hal tersebut. Pancasila seharusnya menjadi dasar bagi masyarakat
Indonesia dalam kehidupan berbangsa, namun jika generasi penerus bangsa tidak
ingat akan isi pancasila, bagaimana mereka dapat membangun negara ini dengan
baik ke depannya.
Urutan upacara yang tepat berdasarkan
buku petunjuk pelaksanaan uapcara bendera di sekolah, adalah pembacaan pembukaan
UUD 1945 dahulu kemudian dilanjutkan dengan pembacaan pancasila. Mayoritas
menjawab pembacaan pancasila dahulu. Hasil ini menyatakan bahwa mereka hanya
mengikuti upacara sebagai rutinitas sehingga tidak ingat akan urutan yang
tepata atau tata upacara yang mereka jalankan adalah tata upacara militer.
Meskipun, upacara adalah kegiatan yang tidak asing lagi namun mereka menjalaninya
hanya sebagai formalitas dan hati mereka tidak terletak pada upacara tersebut.
Sehingga seringkali mereka tidak mengingat rangkaian kegiatan upacara yang
mereka jalani.
Jika kita melihat lebih jauh tentang
makna upacara bendera bagi kalangan pelajar, rata-rata hanya memahami upacara
untuk menghormati pahlawan dan mengenang jasa pahlawan, meskipun demikian
mereka tidak tersentuh ataupun menangis ketika melihat bendera merah putih yang
telah menelan ratusan ribu jiwa pahlawan,
atau jutaan orang menderita karena mempertahankanya. Sayangnya hal ini hanya
salah satu dari tujuan subjektif dalam upacara.
Berdasarkan Ipmkentingan, upacara memiliki dua tujuan, pertama
subjektif karena upacara memuat nilai-nilai dalam berbangsa, bernegara,
nasionalisme serta memiliki nilai historis untuk menghargai jasa-jasa pahlawan,
kedua tujuan objektif yang tercermin pada upacara yang selalu
melibatkan banyak peserta, sehingga upacara dapat meningkatkan solidaritas di
antara peserta. Nasionalisme merupakan perwujudan
rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air. Generasi yang nantinya akan menjadi
penerus bangsa patut mencintai bangsa yang telah diperjuangkan dengan begitu
berat dan mengerti landasan pembangunan yang ada dalam pancasila dan UUD. Oleh
sebab itu dalam upacara terdapat pembacaan pancasila dan UUD. Pemuda-pemudi
masa depan tidak mungkin membangun bangsa ini sendiri mereka harus bersatu dan
bekerjasama memajukan bangsa. Upacara seharusnya menyatukan mereka sehingga
mereka dapat membuktikan bahwa usaha para pahlawan agar negara ini merdeka
tidaklah sia-sia, membuktikan bahwa bangsa
ini bangsa yang besar dan tidak mudah terpecah belah. Upacara dapat menjadi
latihan kekompakkan sebelum menghadapi tantangan yang lebih besar dalam era
globalisasi. Jika bersama-sama menghormati bendera yang merupakan identitas
bersama saja tidak bisa bagaimana dapat menghadapi tantangan yang lebih besar.
Namun sekolah tidak mengajarkan mereka akan makna yang khusus atau tujuan upacara sehingga mereka cenderung meremehkan dan menjalani upacara yang sakral sebagai formalitas tanpa tau arah dan tujuan yang jelas dari kegiatan yang dijalani.
Namun sekolah tidak mengajarkan mereka akan makna yang khusus atau tujuan upacara sehingga mereka cenderung meremehkan dan menjalani upacara yang sakral sebagai formalitas tanpa tau arah dan tujuan yang jelas dari kegiatan yang dijalani.
BAB
III. KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Upacara bendera bukan
hanya kegiatan rutinitas untuk mengenang jasa pahlawan dan menghormati negara
saja. Melainkan, upacara bertujuan untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa.
Terdapat pelajar yang belum ingat akan pancasila yang sering dibacakan dalam
upacara bendera yang dilaksanakan sekitar 4 kali dalam sebulan. Sekolah tidak
mengajarkan makna upacara yang tepat dan mendalam, sehingga pelajar melakukan
upacara tanpa tahu tujuan dan arti penting bagi kehidupan kebangsaan mereka.
Pelajar cenderung meremehkan karena kurang paham pentingnya pelaksanaan upacara
bendera.
3.2 Saran
Para pelajar perlu
diberi pemahaman yang jelas dan mendalam mengenai pelaksanaan upacara dan
besarnya pengorbanan pahlawan sehingga bendera merah putih dapat dikibarkan dan
Indonesia dapat merdeka. Sebaiknya, generasi muda diajarkan mengenai tujuan subjektif dan objektif dari upacara sehingga
upacara tidak berjalan sia-sia, dan ciri khas serta identitas bangsa tidak
luntur dan hilang begitu saja.
LAMPIRAN
Penelitian
ini dilakukan melalui wawancara dengan 25 responden pelajar sekolah di beberapa
tempat yang dirangkum dalam sebuah film pendek “ Movie Upacara Bendera” berdurasi
8 menit yang tersedia pada http://www.youtube.com/watch?v=3iaUB7MgILA&feature=youtu.be
DAFTAR PUSTAKA
Ipmkentingan.
Wibawa Upacara. [Online] tersedia
pada http://lpmkentingan.com/wibawa-upacara-bendera/ (diakses pada 27 July
2014)
Maulana,
Fajar. (2012) Perbedaan Tata Upacara
Militer dengan Upacara Sekolah. [Online] tersedia pada
http://paskibrasajati13.blogspot.com/2012/07/perbedaan-tata-upacara-militer-dengan.html
(diakses pada 27 July 2014)
Nurhayati,
Yanti. (2013) Pengaruh Upacara Bendera Terhadap Sikap Nasionalisme di SMPN 14
Bandung. Universitas Pendidikan
Indonesia. [Online] tersedia pada http://repository.upi.edu/2582/4/S_PKN_0906224_Chapter1.pdf
(diakses pada 27 July 2014)

terima kasi.......!!!!!!!!!!!!!!!!!!111
ReplyDeleteterima kasih , blog ini sangat membantu tugas saya
ReplyDelete