Sunday, August 3, 2014

KUNJUNGAN WISATA KOTA TUA

KUNJUNGAN
WISATA KOTA TUA






PROGRAM STUDI NUTRITION AND FOOD TECHNOLOGY A
ANGGREK BULAN

Disusun oleh :

Aziza Palmer Putri (203135617893799)
Barani Lerida (203136776815600)
Danella Meiranty (203131841295220)
Rifa Fauziyyah A. (203136331931895)
Saesar Pambudi U. (203137012173100)
Sinlia Elizabeth (203133849769417)
Syakirotun Nikma(203134412146000)
Tri Oktaviani (203136429271030)
Vika Achmad D.(203139456521406)


Nilai Presentasi
89,3


TANGERANG
2014


DAFTAR ISI
Kata Pengantar…………………………………………………………………………….1
Bab 1: Pendahuluan………………………………………………………………………. 3
Bab 2: Pembahasan....……………………………………………………………………..7
Bab 3: Penutup…………………………………………………………………………….12
Lampiran………………………………………………………………………………......13
Foto Kegiatan.......................................................................................................................14
Daftar Pustaka…………………………………………………………………………….15





KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Adapun tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewarganegaraan dengan judul Kunjungan Wisata Kota Tua.
Dalam penyelesaian makalah ini, kami banyak mendapat kendala, terutama karena faktor kurangnya wawasan dan ilmu pengetahuan yang menunjang. Namun, dengan bantuan dari berbagai pihak akhirnya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada : yang pertama Bapak Aryaning Arya Kresna, S.Fil., M.Hum. selaku Dosen mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang memberikan tugas makalah ini sehingga pengetahuan kami menjadi bertambah. Kedua, Pihak-pihak yang telah membantu baik dari pihak pengurus dan pengunjung Kota Tua selaku narasumber dan pihak lain yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang telah membantu pembuatan makalah ini sehingga bisa terselesaikan.
Kami sadari bahwa dalam karya ilmiah kami ini masih banyak memiliki kekurangan. Oleh sebab itu, kami mengharapkan kritik, saran, atau tanggapan yang bersifat membangun agar lebih baik.



Tangerang, 1 Juli 2014


Penulis









BAB I
PENDAHULUAN
 LATAR BELAKANG
Bangsa Indonesia ialah sebuah bangsa besar dengan konsep pluralistik dan multikulturalisme. Beragam budaya, suku, etnis, agama, dan yang lain dari Sabang sampai Merauke menyatu  dalam “Bhineka Tunggal Ika”. Bangsa Indonesia terkenal memiliki sumber daya alam yang melimpah ruah, termasuk dengan berbagai macam tempat pariwisata serta objek wisata yang ada di negeri ini. Menawarkan akan keindahan wisata alam, wisata budaya, wisata kuliner, hingga wisata sejarahnya.Hal tersebut yang menyebabkan banyak orang termasuk turis mancanegara mengatakan bahwa Indonesia merupakan surga dunia dengan keanekaragaman wisata yang begitu indah. Menurut UU No. 10 Tahun 2009 pariwisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi suatu tempat untuk tujuan rekreasi, menambah wawasan, atau mempelajari tempat tersebut baik dalam segi keunikan maupun sejarah yang terkandung di dalamnya dan bersifat sementara (Antariksa, 2012). 
Setiap tempat pariwisata memiliki keunikan tersendiri, memiliki ciri khas tersendiri, memiliki daya tarik tersendiri. Seperti hal nya tempat wisata Bali terkenal akan keindahan pantainya, Raja Ampat terkenal dengan keindahan bawah lautnya, Yogyakarta terkenal akan wisata kulinernya, dan lain halnya dengan wisata Lawang Sewu yang berada di daerah simpang lima, Semarang kental akan sejarah penyiksaan penjajahan Belanda juga kental akan unsur magisnya. 
Selain di Semarang, tempat wisata dengan kandungan nilai historis yang tinggi juga terdapat di daerah Jakarta, yaitu tempat wisata Kota tua. Dimana segala kalangan masyarakat baik lokal maupun asing memiliki daya tarik tersendiri terhadap tempat wisata bersejarah peninggalan Belanda ini. Berbagai benda bersejarah tertata rapi dalam beberapa jenis museum. Beberapa jenis museum seperti museum keramik, museum wayang dan museum fatahilah hanya dikenakan biaya masuk Rp. 2.000,-/pengunjung. Tidak hanya nilai historis saja yang terdapat di dalamnya, namun unsur budaya, pendidikan, rekreasi, dan tempat wisata kuliner juga ada di dalamnya. 
Kota tua merupakan suatu ikon pariwisata peninggalan Belanda. Dahulu Kota tua dinamakan sebagai Old Batavia, dimana pusat pemerintahan Hindia Belanda (VOC) berada disini. Akses transportasi yang mudah dan biaya rekreasi yang terjangkau menjadikan Kota tua sebagai pilihan tempat wisata oleh semua kalangan. Apabila ditinjau dari segi para penjual yang ada, maka Kota tua juga merupakan tempat sandaran bagi mereka yang mencoba mencari nafkah dengan berjualan di Kota tua, baik berjualan dalam segi pangan ataupun jasa. Dari segi edukatif, hal ini  merupakan salah satu tujuan pembelajaran outdoor agar generasi muda lebih  mengetahui nilai dan kisah yang ada didalamnya dengan identitas utama Kota Tua yaitu museum fatahilah . Melihat kenyataan tersebut, sudah selayaknya Kota tua dilestarikan, demi mempertahankan nilai sejarah, budaya, demi mengenal pendidikan bangsa sendiri, juga untuk menambah devisa negara.Akan tetapi, masih banyak perbaikan infrastruktur yang perlu dilakukan, inovasi dalam penataan tata letak juga penting. Hal ini bertujuan untuk keamanan dan kenyamanan wisatawan, serta untuk meminimalisir rasa kejenuhan para pengunjung,  karena data dari jumlah pengunjung yang dikutip dari situs resmi Kota tua mengalami fluktuasi tiap tahunnya. Meskipun semenjak tahun 2008 hingga 2011 mengalami kenaikan, yaitu sebesar (jiwa), 217.658, 436.094, 703.799, dan 999.970 pengunjung, namun pada tahun 2012 mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu sebesar 666.655 (Kota Tuaku, 2013). Akibat adanya penurunan data grafik yang terjadi maka kami mencoba melakukan penelitian dengan menggunakan metode wawancara dan observasi untuk menganalisis penyebab dari penurunan jumlah pengunjung tersebut.

RUMUSAN MASALAH

Rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini antara lain:
·       Apa pendapat masyarakat mengenai wisata kota tua baik dari segi positif ataupun negatif? 
·       Bagaimana harapan dalam hal perbaikan infrastruktur atau pun pelayanan kepada pengunjung?


TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
·   Mengetahui bagaimana respon masyarakat terhadap Kota Tua
·   Mengetahui harapan pengunjung mengenai sarana dan prasarana Kota Tua kedepannya 
·   Mengetahui cara mempertahankan nilai historis/sejarah yang terkandung di dalamnya.
·  Menambah wawasan tentang wisata Kota Tua

TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Undang Undang Republik Indonesia No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam waktu sementara. Wisatawan adalah orang yang melakukan wisata. Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, Pemerintah, dan Pemerintah Daerah. Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan, Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan pengusaha. Daya Tarik Wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa  keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan. Daerah tujuan pariwisata yang selanjutnya disebut Destinasi Pariwisata adalah kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administratif yang di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan. 
Usaha Pariwisata adalah usaha yang menyediakan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dan penyelenggaraan pariwisata. Pengusaha Pariwisata adalah orang atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan usaha pariwisata. Kepariwisataan diselenggarakan berdasarkan asas: manfaat; kekeluargaan; adil dan merata; keseimbangan; kemandirian; kelestarian; partisipatif; berkelanjutan; demokratis; kesetaraan; dan kesatuan. 
Kepariwisataan berfungsi memenuhi kebutuhan jasmani, rohani, dan intelektual  setiap wisatawan dengan rekreasi dan perjalanan serta meningkatkan pendapatan negara untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Kepariwisataan bertujuan untuk: meningkatkan pertumbuhan ekonomi; meningkatkan kesejahteraan rakyat; menghapus kemiskinan; mengatasi pengangguran; melestarikan alam, lingkungan, dan sumber daya, memajukan kebudayaan; mengangkat citra bangsa; memupuk rasa cinta tanah air; memperkukuh jati diri dan kesatuan bangsa; dan mempererat persahabatan antarbangsa. 
Wisata kota tua selain terkenal dengan sejarah berdirinya tempat tersebut, biaya masuk yeng relatif terjangkau juga akses untuk menjangkau yang mudah dari berbagai sudut kota Jakarta. Untuk dapat sampai ke kota tua ada beberapa alternatif, diantaranya dapat menggunakan bus Trans Jakarta atau kendaraan umum. Apabila menggunakan bus Trans Jakarta, dimulai dari blok-M (koridor 1), kemudian turun di akhir terminal kota. Dari terminal tersebut lanjutkan dengan berjalan kaki menuju kawasan Kota Tua. Pilihan lainnya, apabila menggunakan kendaraan umum bus patas 79 (Rambutan-Kota). Dapat diakses menggunakan mikrolet, yaitu: Mikrolet M-12 (Pasar Senen-Kota), Mikrolet M-08 (Tanah Abang-Kota), atau Kopaja 86 (Grogol-Kota). 
Tempat wisata yang baik adalah tersedianya berbagai macam fasilitas yang dapat menunjang kenyamanan para wisatawan. Di kota tua sendiri terdapat berbagai macam fasilitas umum yang dapat digunakan oleh pengunjung yang telah kami amati, seperti WC umum, mushola, sebuah kafe, dan tempat parkir. Apabila dilihat dari segi pertunjukan yang ada di kota tua, ada beberapa pertunjukan yang dapat menghibur para wisatawan. Berbagai macam pertunjukan biasanya di gelar pada siang hari, sebagai contoh debus, manusia silat, ondel-ondel, nona Belanda, manusia emas, manusia perak, dan manusia pantomim. Semua pertunjukan tersebut, misalkan apabila ingin berfoto bersama di kenakan biaya yang terjangkau baik yang di cantumkan oleh para pemain berkisar antara Rp2.000,00 maupun pengunjung dapat membayar seikhlasnya. Tidak hanya pada siang hari saja pertunjukan tersebut digelar, juga pada malam hari ada pertunjukan musik reggae.

METODELOGI

Waktu            : Kamis, 1 Mei 2014 
Tempat           : Kota Tua, Jakarta 
Narasumber   : 
·         Ibu Tias (Penjual Nasi Goreng) 
·         Bapak Robi (Petugas Kebersihan) 
·         Bapak Rahmat (Penyewa Sepeda Ontel) 
·         Aldi dan Adi (Pengujung) 
·         Bapak Yogi, Yogo dan Arif (Manusia Batu) 
·         Munalisa (Wisatawan asing) 
·         Beberapa Ibu-ibu (Pengunjung)



BAB II
PEMBAHASAN
Untuk memenuhi tugas Pendidikan Kewarganegaraan akhir semester 3, penulis melakukan kunjungan di salah satu tempat wisata di ibu kota yaitu Kota Tua. Di Kota Tua ini, kami melakukan beberapa wawancara dengan beberapa pengunjung, para penjual dan petugas yang berada di tempat lokasi. Berikut ini merupakan hasil wawancara dari kunjungan tersebut.
Kota Tua merupakan salah satu tempat rekreasi yang cukup populer dan banyak diminati oleh masyarakat baik masyarakat lokal maupun masyarakat domestik. Melihat peluang yang cukup menguntungkan, maka banyak masyarakat Indonesia dari berbagai daerah mencoba membuka usaha dengan berdagang atau menawarkan jasa semakin melengkapi keeksotisan Kota Tua. Berbagai macam penjual menawarkan dagangan mereka, seperti makanan dan minuman khas Indonesia (bakso, mie ayam, nasi goreng, gorengan, pecel, gado-gado, dll), makanan ringan, serta bekerja dengan menawarkan jasa maupun dengan melestarikan kebudayaan negeri ini. 
Salah satu penjual makanan yang kita wawancarai adalah seorang ibu penjual nasi goreng. Beliau tidak hanya berjual nasi goreng saja, akan tetapi juga berjual pecel lele, ayam kremes, tahu, tempe dengan pelengkap minuman seperti, es jeruk, es teh, dan es campur. Beliau di bantu oleh sekitar 2 orang karyawan. Alasan lebih memilih berjualan di Kota Tua di banding di tempat lainnya adalah karena pelayanan masyarakatnya (pengunjung dan penjual) baik, pengunjung yang datang juga banyak dan tidak bersikap brutal sehingga dagangannya menjadi laku keras. Dari hasil penjualan sehari-hari, ibu Tias mendapatkan sekitar tiga ratus ribu rupiah sampai satu juta rupiah sehinggan cukup untuk memenuhi biaya sekolah anak. Selain itu, berjualan di kota tua juga tidak ada pungutan liar atau sering disebut pungli. Para pedagang hanya membayar uang kebersihan setiap minggunya. Menurut Ibu tersebut, siapapun boleh berjualan di Kota Tua asalkan masih ada tempat yang kosong. Harapan ibu Tias bagi Kota Tua adalah agar pengunjung yang datang ke Kota tua semakin banyak dan semakin betah karena kebersihan dan keamannnya. 
Bapak Roby adalah petugas kebersihan di kota tua, beliau mulai bekerja sebagai petugas kebersihan tetap pada bulan Mei tahun ini. Sebelumnya, Bapak Roby adalah seorang pedagang di kota tua, beliau juga menyapu dengan suka rela tanpa gaji. Sistem kerja yang digunakan adalah system sift, terdapat dua sift dalam satu hari. Petugas kebersihan di kota tua digaji oleh Pemerintah Daerah. Menurut bapak Roby, kota tua sudah layak untuk menjadi tempat wisata. Karena jumlah pengunjung yang banyak disetiap harinya. Tidak hanya pada siang hari, tetapi malam hari juga ramai. Di kota tua sudah menyediakan tempat sampah yang telah disebar di sekeliling kota tua. Tetapi masih terlihat sampah yang berserakan dimana-mana. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tingkat ke disiplinan pnegunjung untuk membuang sampah pada tempatnya sangat minim. Sebaiknya pengunjung memiliki kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya, walaupun di kota tua mempunyai petugas kebersihan yang akan membersihkan tempat tersebut. 
Bapak Rahmat Hidayat adalah salah satu dari penyewa sepeda yang ada di kota tua. Beliau berasal dari Ciamis, Jawa Barat. Beliau sudah bekerja di kota tua sebagai penyewa sepeda sudah hampir 1 tahun. Awalnya beliau bekerja sebagai pedagang. Para penyewa sepeda yang ada di kota tua ini dari paguyuban ontel kota tua yang biasanya kalau berada di kota tua pada memakai seragam. Omset yang di dapat dari jasa menyewakan sepeda ontel ini tidak dapat di tentukan karena itu tergantung dari yang menyewanya kadang bisa tidak dapat sama sekali dapat 3000 rupiah juga pernah tetapi kalau hari sabtu minggu bisa dapat sekita 200 ribu rupiah. Tarif untuk menyewa sepeda ini 20 ribu per sepeda per setengah jam. Sepeda yang di sewakan ini tidak hanya milik pribadi tetapi ada juga yang menyewa dari orang lain. Kalau yang menyewa dari orang lain itu kita tiap seminggu setor per sepeda. Di kota tua ini tidak ada sama sekali pungutan liar tetapi yang ada hanya uang kebersihan. Uang kebersihan ini di kenakan kepada setiap orang yang mengisi di kota tua baik itu penghibur atau pun yang jasa penyewaan. Tarif yang dikenakan itu sekitar 5000 rupiah setiap minggunya. Tarif ini yang menentukan dari pihak kebersihannya sendiri. Harapan bapak kedepannya untuk kota yaitu agar disejahterahkan lagi untuk sepeda ontelnya karena sepeda ontel ini juga membantu museum karena secara tidak langsung kita memberangkatkan pengunjung ke tiap tiap museum, selain itu juga sepeda ontel ikut meramaikan kota tua sendiri walaupun para pengunjung tidak masuk ke museum fatahillah tetapi para pengunjung bisa jalan jalan mengitari sekitarnya dengan sepeda ontel. 
Komunitas ini masih dibilang baru, karena komunitas ini baru terbentuk sekitar kurang lebih 3 tahun lalu, dan para anggotanya kebanyakan dari lingkup mahasiswa dan orang awam. Setelah melakukan wawacara dengan komunitas JARI, kami bisa mangambil kesimpulan bahwa Kota Tua itu tempat wisata yang nyaman buat semua kalangan, tidak terkecuali komunitas JARI ini, dan kota tua ini memiliki daya tarik tersendiri seperti bangunan tuanya yang khas. Kedepanya semoga Kota Tua tetap menjadi prioritas dalam liburan dan semoga bangunan-bangunan tetap terjaga kelestarianya. 
Muna adalah turis asing yang berasal dari Jerman. Dia dan suaminya berencana untuk berkunjung ke Indonesia selama satu bulan. Di Indonesia mereka tidak hanya akan mengunjungi Jakarta atau Bali, akan tetapi mereka berniat juga untuk mengunjungi Pulau Gili Trawangan, mengelilingi Pulau Jawa, Lombok, dan terakhir akan mengunjungi Flores. Saat ditanya mengapa mereka memilih berlibur ke Indonesia mereka menyebut bahwa mereka sangat mengukai Asia dan mereka belum pernah mengunjungi Indonesia oleh karena itu mereka memilih berlibur ke Indonesia. Tempat yang pertama kali mereka kunjungi di Indonesia adalah Jakarta. Mereka mengunjungi salah satu kawasan wisata yang ada di Jakarta yaitu Kota Tua Jakarta. Mereka berpendapat bahawa Kota Tua adalah tempat yang menarik, banyak orang penuh warna akan tetapi udaranya sangat panas. Selain itu wisatawan atau pengunjung yang ada di kota tua pun sangat ramah kepada mereka. Selain berkunjung untuk menikmati wisata Kota Tua mereka juga pergi berbelanja sesutu disana. Mereka membeli aksesoris yang berbubungan dengan kota tua, stiker, dan topi dikarenakan udara di sekitat Kota tua cukup panas. 
Menurut salah satu pengunjung yang diwawancarai, wisata kota tua merupakan wisata yang murah meriah dan cocok untuk kantong para ibu rumahtangga. Selain itu wisata kota tua juga merupakan wisata yang edukatif, karena diarea kota tua terdapat beberapa museum yang dapat dikunjungi dengan hanya membayar tiket masuk dengan tarif yang murah yaitu hanya sekitar 2.000 rupiah. Dalam wawancara ini pengunjung tersebut juga menyampaikan keluhan dan harapannya untuk wisata kota tua. Pengunjung tersebut mengatakan bahwa fasilitas-fasilitas umum yang dimiliki kota tua masih perlu ditingkatkan lagi, terutama fasilitas untuk beristirahat dan berteduh. Pengunjung tersebut berharap agar pemerintah lebih memperhatikan dan perduli terhadap wisata kota tua, terutama untuk fasilitas untuk beristirahat atau berteduh demi kenyamanan para pengunjung yang datang.



BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan hasil analisis wawancara dengan berbagai narasumber baik dari pihak penjual makanan maupun jasa, petugas kebersihan, serta pengunjung yaitu selain dari sisi rekreasi, sisi historis dan ekonomis yang dimiliki tempat wisata Kota Tua menjadikan Kota Tua sebagai suatu alternatif utama destinasi wisata para wisatawan lokal ataupun wisatawan asing. Meskipun biaya yang dikeluarkan pengunjung relatif murah namun Kota Tua memiliki nilai pendidikan sejarah yang tinggi. Selain itu, Kota Tua dapat merangkul segala kalangan baik tua, muda, kelas bawah, menengah maupun kalangan menengah ke atas. Pengelola dan wisatawan harus bekerja sama dalam melestarikan Kota Tua dengan cara menjaga kebersihan dan tidak membuat tindakan keributan sehinggan tempat wisata Kota Tua menjadi semakin nyaman. Sarana dan prasana yang ada seharusnya mampu menunjang kepentingan umum terutama tempat berteduh seperti yang diinginkan para pengunjung, perbaruan/inovasi juga perlu dilakukan untuk meminimalisir rasa kejenuhan bagi pengunjung yang sudah pernah berkunjung, serta hal penting lainnya adalah dengan melakukan promosi sehingga Kota Tua selalu menjadi daya tarik utama para wisatawan baik dalam negeri maupun wisatawan mancanegara sebagai suatu tempat wisata yang memiliki nilai historis di Jakarta untuk kedepannya.

SARAN
Untuk penelitian dan wawancara selanjutnya sebaiknya diusahakan untuk dapat menemui petugas yang memang berwenang dalam mengurus Kota Tua. Jika ingin mewawancarai pihak pengelola, sebelum melakukan kunjungan dan interview buat perjanjian terlebih dahulu agar tidak mendapat penolakan pada saat akan melakukan proses wawancara, juga ketahui dengan pasti jadwal pada saat museum-museum di buka untuk umum agar mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai museum-museum tersebut. Apabila dialog dapat tersampaikan dengan baik, aspirasi dan keluhan masyarakat akan tersampaikan sehingga mampu menjadikan wisata Kota Tua salah satu primadona destinasi wisata di Jakarta khususnya maupun di Indonesia pada umumnya. 

LAMPIRAN

Video wawancara 

Video tersebut dapat diakses UAS KWN NFT Surya University Wisata Kota Tua dari link http://www.youtube.com/watch?v=iff_sSmzaws&feature=youtu.be


FOTO KEGIATAN


Ibu Penjual Nasi Goreng

Penyewa Sepeda Ontel

Komunitas Jari

Penyewa Ondel-ondel

Ibu pengunjung

Turis Asing

Fasilitas di Kota Tua (Parkiran)

Petugas Kebersihan

DAFTAR PUSTAKA


Anonim. (Tanpa Tahun). Kota Tua Batavia: Menikmati Wisata Sejarah di Jantungnya Kekuasaan Penjajah. [Diakses dari : http://www.indonesia.travel/id/destination/228/kota-tua-batavia pada 15 Juli 2014]
Anonim. (2013). Kunjungan Wisatawan Kota Tua Menurun. [Diakses dari: http://kotatuaku.com/index.php?option=com_content&view=article&id=626%3Akunjungan-wisatawan-ke-kota-tua-menurun&catid=36%3Awarta-kotaku-1&Itemid=144 pada 15 Juli 2014]
Sekretariat Negara RI. (2009). Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Jakarta. Sekretariat Negara RI

Yunaidi. (2014). Kota Tua Jakarta diharapkan Mampu Saingi Malaka. [Diakses dari : http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/06/kota-tua-jakarta-diharapkan-mampu-saingi-malaka pada 15 Juli 2014]

1 comment:

  1. Golden Nugget Casino & Hotel - MapyRO
    Golden Nugget Casino & Hotel in 여수 출장샵 Las Vegas offers modern accommodations with a variety of dining options and a casino 순천 출장샵 and bar, a luxury hotel with free  Rating: 3.8 문경 출장샵 · 천안 출장안마 ‎56 부산광역 출장샵 votes

    ReplyDelete