Sunday, August 3, 2014

PENGGUNAAN BAHAN BAKAR PREMIUM DI KALANGAN MOBIL MEWAH




 
PENGGUNAAN BAHAN BAKAR PREMIUM 
DI KALANGAN MOBIL MEWAH




PROGRAM STUDI NUTRITION AND FOOD TECHNOLOGY
KELAS A
KELOMPOK ANGGREK HITAM:

Adeline Genie Natan (203137168965813)
Emely (203138182011236)
Rakhmat Dharma Gempita (203139924028813)
Titin (203132341866767)
Yolanda Victoria (2031333531869234)
Yosephine Adela Djohan (203138849425079)


Nilai presentasi : 100


TANGERANG
2014




KATA PENGANTAR

         Puji syukur senantiasa kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berkat limpah rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Penulis juga berterima kasih kepada dosen mata kuliah Kewarganegaraan, Bapak Aryaning Arya Kresna, yang telah membimbing penulis dalam menyelesaikan tugas akhir mata kuliah Kewarnegaran yang berjudul “Penggunaan Bahan Bakar Premium di Kalangan Mobil Mewah”
          Penyusunan makalah ini bertujuan untuk mengetahui alasan konsumen lebih  memilih bahan bakar premium dibandingkan dengan pertamax  khususnya di daerah Serpong. Makalah ini disusun berdasarkan hasil penelitian langsung yang dilakukan oleh peneliti di kawasan Gading Serpong, Tangerang.
            Adapun, penulisan makalah ini sangat sederhana dan masih jauh dari kesempurnaan. Walaupun demikian, penulis berharap makalah ini bisa bermanfaat bagi setiap orang yang membacanya. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih dan mohon maaf jika terdapat hal yang sekiranya tidak berkenan di dalam makalah ini.


           
                        Tangerang, 17 Juli 2014


     
                        Penulis

         






Daftar Isi
Kata Pengantar………………………………………………………………………1
Bab 1: Pendahuluan………………………………………………………………… 3
Bab 2: Hasil Penelitian………………………………………………………………7
Bab 3: Penutup………………………………………………………………………12
Lampiran…………………………………………………………………………….13
Daftar Pustaka………………………………………………………………………14




 
Bab I
Pendahuluan

1.1  Latar belakang
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia telah berlangsung dari masa pemerintahan Mantan Presiden Soeharto. Menurut Taufik, kenaikan harga BBM yang bermula pada tahun 1991 terus berlangsung hingga akhir masa pemerintahan Mantan Presiden SBY (2013). Meskipun kenaikan harga BBM ini tetap diimbangi dengan penurunan, harga BBM yang dijual ke masyarakat tetap dianggap mahal bagi sejumlah kalangan. Hal ini terbukti dari sejumlah demo yang dilakukan oleh kalangan buruh dan mahasiswa pasca diumumkannya harga resmi BBM sejak 22 juni 2013. Penolakan yang dilakukan oleh masyarakat ini juga didukung oleh penolakan dari DPR RI. DPR RI menganggap bahwa kenaikan harga BBM dapat semakin memberatkan masyarakat miskin dan melahirkan orang miskin baru misalnya buruh PHK (Kemenperin, 2013).
Mantan Presiden SBY mengatakan bahwa pengurangan subsidi BBM bertujuan agar subsidi bisa lebih disisihkan ke pembangunan infrastrukur negara dan menambah bantuan anggaran bagi rakyat miskin (Ratya, 2013). SBY menegaskan pernyataannya dengan mengungkapkan kekecewaannya terhadap penggunaan subsidi BBM yang lebih sering dinikmati oleh masyarakat menengah. Pernyataan SBY ini juga didukung oleh Ninaswati Triawasti, seorang ekonom Universitas Indonesia, menurut beliau subsidi pemerintah di bidang BBM belum tepat sasaran. Maka dari itu Nina menyarankan agar subsidi sebesar 250 triliun bisa dievaluasi dan dikurangi, dan lebih diarahkan untuk membangun infrastruktur di daerah-daerah.
Jika subsidi pemerintah yang salah arah tidak diambil tindakan, maka akan menyebabkan kerugian negara yang besar. Sebagai contoh jika subsidi BBM tidak dikurangi, pembangunan infrastruktur negara akan terhambat dan anggaran bagi rakyat miskin tidak tersedia dalam jumlah yang memadai. Sebagai langkah pertama untuk mencari jalan keluar dari permasalahan perilaku konsumen menengah dalam menggunakan BBM bersubsidi, maka perlu diketahui hal yang mendorong timbulnya perilaku konsumen tersebut. Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan tersebut maka penulis melakukan penelitian tentang alasan pengguna mobil mewah menggunakan premium.

1.2 Tujuan Penelitian:
  Untuk mengetahui penyebab pemilik mobil mewah memakai premium
  Untuk mengetahui tanggapan petugas SPBU mengenai permasalahan tersebut
  Pembuktian penggunaan premium bagi mobil mewah dari pihak SPBU dan observasi

1.3 Rumusan Masalah:
  Apakah penyebab pemilik mobil mewah menggunakan premium sebagai bahan bakar?
  Bagaimana tanggapan petugas SPBU mengenai masalah tersebut?
  Apakah ada bukti bahwa para pengguna diatas 1500cc memang banyak yang menggunakan premium?

1.4 Kajian Pustaka
1.4.1 BBM
Bahan Bakar adalah segala jenis materi yang dapat diubah menjadi bentuk energi, baik dalam bentuk zat padat, cair, atau gas. Bahan bakar dalam bentuk zat cair lebih dikenal dengan nama Bahan Bakar Minyak (BBM) (Kholiq, 2012) yang terbuat dari minyak bumi. Minyak bumi ini juga sering dikatakan sebagai bahan bakar fosil karena senyawa organik minyak bumi ini merupakan hasil dekomposisi tumbuhan selama jutaan tahun. (Situmeang, 2011)
Jenis-jenis BBM yang ada adalah sebagai berikut: (Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi, tanpa tahun)
·         Avtur (Aviation Turbin)
·         Avgas (Aviation Gasoline)
·         Bensin
·         Minyak Tanah
·         Minyak Solar (HDS)
·         Minyak Diesel (MDS)
·         Minyak Bakar (MFO)
·         Biodiesel
·         Pertamina Dex
BBM yang umum dipakai untuk kendaraan bermotor seperti mobil dan sepeda motor adalah Bensin dan Solar. Berdasarkan nilai oktan (Randon Octane Number [RON]) yang dimiliki, bensin dibagi menjadi 3 jenis: Premium (RON 88), Pertamax (RON 92), dan Pertamax Plus (RON 95). Semakin tinggi nilai RON, semakin tinggi mutu jenis BBM ini. (Putra, 2011)

1.4.2 Penggunaan Bahan Bakar
Penggunaan bahan bakar bensin disesuaikan dengan kompresi mesin. Premium (RON 88) cocok untuk mesin yang memiliki rasio kompresi 7:1 sampai dengan 9:1. Pertamax (RON 92) cocok untuk mesin yang memiliki rasio kompresi 9:1 sampai dengan 10:1. Pertama Plus (RON 95) cocok untuk mesin yang memiliki rasio kompresi 10:1 sampai dengan 12:1. Rasio kompresi mesin ini dapat dilihat di buku manual mobil yang dimiliki. (Ayumega, 2011)
Mobil yang masih diperbolehkan untuk menggunakan premium adalah mobil yang memiliki cc di bawah 1500 cc, seperti mobil-mobil dalam tabel berikut:
Gambar 1.1 Daftar jenis mobil yang masih diperbolehkan menggunakan bahan bakar premium



1.4.3 BBM Bersubsidi
BBM bersubsidi adalah bahan bakar minyak yang dijual kepada rakyat dengan harga dibawah harga bahan bakar dunia karena sudah mendapatkan bantuan dana melalui potongan harga sebelumnya. Pemerintah memberikan bantuan dana sehingga BBM ini memperoleh potongan harga (Anonim, 2014). Jenis BBM bersubsidi yang dijual di Indonesia adalah Solar dan Premium. Untuk jenis bensin, masih banyak konsumen premium yang merupakan masyarakat menengah ke atas. (Basyar, 2013)

1.5 Metodologi
1.5.1 Wilayah Penelitian
Wilayah yang dijadikan obyek oleh penulis dalam melakukan penelitian adalah tiga buah SPBU yang berlokasi di daerah Gading Serpong, yakni SPBU di seberang McDonald’s Gading Serpong, SPBU lama di belakang Summarecon Mall Serpong, dan SPBU di seberang Mitra 10. Penulis memilih wilayah penelitian tersebut  untuk menyesuaikan dengan tujuan penelitian yang dilakukan penulis, yakni untuk menyelidiki penyebab terjadinya pelanggaran menurut sudut pandang pengguna BBM, tanggapan pihak SPBU, serta untuk mendapatkan bukti langsung dari adanya penggunaan BBM subsidi oleh para pemilik mobil di atas 1500 cc. Di samping itu, berkaitan dengan keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga, penelitian dilakukan pada cakupan wilayah yang tidak jauh dari lokasi domisili penulis.

1.5.2 Sampel
Berdasarkan wilayah penelitian yang kami lakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa sampel yang peneliti gunakan berupa Convenience Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel menurut keinginan peneliti. Sampel yang penulis gunakan sebanyak 5 orang dengan rincian 3 orang pembeli premium yang menggunakan mobil di atas 1500 cc serta 2 orang petugas SPBU.

1.5.3 Metode Pengumpulan Data
            Penelitian yang penulis lakukan berupa penelitian kualitatif dengan metode wawancara langsung dengan narasumber-narasumber yang bersangkutan. Penulis menyiapkan dua buah daftar pertanyaan, salah satu di antaranya ditujukan kepada pengguna BBM dan yang lainnya ditujukan kepada petugas SPBU. Kedua daftar pertanyaan tersebut terdiri dari pertanyaan-pertanyaan berstruktur terbuka. Hal tersebut bertujuan agar penulis tidak menutup kemungkinan bahwa jawaban yang diberikan narasumber berbeda dengan hipotesis-hipotesis yang dipikirkan penulis dan pada saat yang sama mempersingkat waktu wawancara.






Bab II
Hasil Penelitian

2. Pembahasan
            2.1 Hasil Wawancara
                        Pada tanggal 15 Mei 2014, kami mengunjungi di tiga lokasi  SPBU di kawasan Gading Serpong, Tangerang. SPBU-SPBU tersebut bertempat di seberang McDonald Gading Serpong, kawasan belakang Summarecon Mall Serpong, dan di dekat restoran Chinmaya. Kami mulai melaksanakan kegiatan ke SPBU dari pukul 10.00 pagi. Kami hanya berhasil mewawancarai dua pertugas SPBU dan 3 pelanggan SPBU yang memiliki mobil dengan cc lebih dari 1500cc yang mengisi mobilnya dengan premium. Awalnya kami meminta izin kepada manager di SPBU tersebut untuk mewawancarai tetapi di SPBU dekat restoran Chinmaya tidak diizinkan untuk mewawancarai petugas SPBU karena takut akan mengganggu aktivitas disana.
                    Pertanyaan kami untuk petugas SPBU sebagai berikut:
1.      Nama petugas SPBU.
2.      Sudah berapa lama petugas SPBU bekerja di SPBU tersebut.
3.      Apakah petugas SPBU banyak melihat mobil mewah yang mengisi  dengan bahan bakar premium.
4.      Seberapa besar perbandingan mobil mewah pengisi premium dengan pertamax.
5.      Apakah di SPBU tesebut sering terjadi kelangkaan premium.
6.      Bagaimana tanggapannya sebagai petugas SPBU apabila melihat mobil mewah mengisi premium.
7.      Apakah petugas SPBU tersebut pernah menegur pemilik mobil mewah tersebut.

Pertanyaan kami untuk konsumen sebagai berikut:
1.      Alasan konsumen memilih mengisi mobil mewah dengan premium dibandingkan pertamax.
2.      Dalam sekali pengisian konsumen menghabiskan biaya seberapa banyak.
3.      Apakah konsumen tidak khawatir mesin kendaraan bisa bermasalah karena mengisi dengan premium.
Adapun rangkuman dari penjelasan petugas SPBU kepada kami sebagai berikut:
           Pada hasil wawancara petugas SPBU di kawasan dekat McDonald Gading Serpong, kami mewawancarai seorang petugas SPBU yang dipanggil Bapak Cepy. Bapak Cepy telah bekerja hamper 3 tahun di SPBU tersebut dan ia sering melihat mobil mewah yang diisi dengan bahan bakar premium, dengan perbandingan pengisi premium dan pertamax adalah 80 : 20. Di SPBU tempat ia bekerja sering terjadi kelangkaan bahan bakar premium setiap hari sekali. Mengenai tanggapannya terhadap pengisian mobil mewah dengan bahan bakar premium adalah ia tidak setuju tetapi tidak pernah menegur konsumen.
           Pada hasil wawancara petugas SPBU dekat kawasan Summarecon Mall Gading Serpong, kami mewawancarai Bapak Nurhakim yang telah bekerja selama 2 tahun. Ia juga sering melihat mobil mewah diisi dengan bahan bakar premium dengan perbandingan premium 70 dan pertamax 30. Tetapi di SPBU tersebut tidak pernah terjadi kelangkaan bahan bakar premium. Tanggapan ia juga tidak setuju bahwa mobil mewah diisi dengan bahan bakar premium, serta ia pernah menawarkan kepada konsumen untuk mengisi pertamax tetapi konsumen menolak. Ia juga mengatakan bahwa konsumen memiliki haknya sebagai konsumen.

   Pada penjelasan dari konsumen kepada kami dapat dirangkum sebagai berikut:
   Pertama adalah hasil wawancara konsumen di SPBU kawasan McDonald. Konsumen adalah pemilik mobil merek Honda jenis CR-V. Konsumen memilih mengisi dengan premium karena harganya lebih murah dan pertamax sangat mahal. Serta konsumen sedang mengalami kesulitan mencari biaya sehingga diperlukan penghematan. Biaya untuk pengeluarannya dapat mencapai Rp 200.000,- hingga Rp 250.000,- untuk sekali pengisian. Konsumen tidak pernah merasa khawatir akan kerusakan mesin mobil karena kerusakan mobil tidak akan terjadi secara langsung, serta selama ini tidak terdapat kendala pada mesin.
            Kedua adalah hasil wawancara konsumen di SPBU kawasan belakang Summarecon Mall Gading Serpong  dengan mobil konsumen adalah mobil merek Nissan jenis X-Trail. Alasan konsumen mengisi dengan premium juga karena murah. Dalam sekali pengisian dapat menghabiskan biaya hingga Rp 200.000,- an. Konsumen juga tidak khawatir akan mesin mobil karena bahan bakar premium sudah digunakan konsumen bertahun-tahun dan keadaan mesin masih bagus.
            Ketiga adalah hasil wawancara konsumen di SPBU kawasan restoran Chinmaya dengan pemilik mobil merek BMW. Konsumen memilih premium karena lebih murah dan hemat biaya, dengan sekali pengisian pertamax jauh lebih mahal daripada premium. Konsumen mengaku membutuhkan biaya Rp 500.000,00-Rp 600.000,00 untuk satu kali pengisian pertamax, dan bahan bakar tersebut hanya dapat digunakan selama 2-3 hari, berbeda dengan premium yang dapat bertahan hingga 4 hari. Konsumen tetap memilih mengisi dengan premium karena apabila mobil rusak terdapat asuransi.

                 2.2 Pembahasan hasil wawancara 
            Setiap tahun bahan bakar minyak selalu meningkat, harga BBM di tahun 2014 sekarang masih sama dengan harga BBM di tahun 2013 yaitu untuk jenis premium Rp 6.500,- per liter dan solar Rp 5.500,- per liter . Penentuan harga eceran BBM disesuaikan dengan pasal 4,5,6 Peraturan Presiden Nomor 15 tahun 2012 dan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 18 Tahun 2013. Dengan kenaikan harga yang telah ditentukan ini, BBM bersubsidi seperti premium  lebih banyak dipilih konsumen. Dari hal tersebut, maka wawancara yang telah dilakukan kepada petugas SPBU dan konsumen yang memiliki cc liter mobil di atas 1500 cc mengenai penggunaan subsidi premium ini.
            Melalui penelitian ini, telah ditemukan bukti-bukti yang menunjukkan dengan jelas bahwa bahan bakar premium masih banyak digunakan oleh para pemilik kendaraan ‘’mewah’’. Bukti pertama adalah berhasil ditemukannya para narasumber konsumen beserta dengan sejumlah pengguna lainnya yang tidak bersedia diwawancara hanya dalam waktu pengamatan rata-rata setengah jam per SPBU. Selain itu, pernyataan tersebut juga dapat dibuktikan dari keterangan petugas SPBU sendiri yang membenarkan bahwa memang banyak pihak yang seharusnya menggunakan pertamax namun justru memilih premium. Bahkan, menurut mereka, jumlah pengguna kendaraan 1500cc ke atas yang membeli premium jauh lebih banyak, dapat mencapai empat kali lipat jumlah pengguna yang membeli pertamax. Dari bukti-bukti tersebut, dapat dikatakan bahwa Peraturan Presiden dan Peraturan Menteri SDM mengenai pembatasan subsidi belum benar-benar dilaksanakan di wilayah Gading Serpong.
            Dari hasil wawancara yang didapat pada konsumen, Semua narasumber konsumen menjawab bahwa mereka menggunakan premium sebagai bahan bakar minyak karena harganya yang lebih murah dibandingkan pertamax yang harganya  Rp 11.500 per liter. Padahal apabila mobil yang cc nya lebih dari 1500cc seharusnya menggunakan bahan bakar minyak berupa pertamax, bukan lagi premium yang merupakan subsidi pemerintah untuk mobil dibawah 1500cc. Memang harga premium murah tetapi terdapat mutu dan kualitas yang berbeda dengan pertamax. Menurut keterangan dua dari tiga konsumen yang menjadi narasumber, mereka telah menggunakan premium selama beberapa tahun dan mesin kendaraan masih berfungsi dengan baik sehingga mereka lebih memilih menggunakan premium. Ini membuktikan konsumen tidak peduli dengan kualitas BBM ataupun keadaan mesinnya karena mereka merasa bahwa mutu bahan bakar tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kondisi mesin kendaraan.
            Akan tetapi, salah satu faktor kesalahan yang dapat terjadi pada penelitian dengan metode wawancara langsung adalah belum tentu semua narasumber memberikan jawaban yang valid. Sebagaimana halnya dalam penelitian ini, ada salah satu narasumber pengguna premium yang memberikan keterangan yang kurang masuk akal, yakni pemilik mobil BMW. Beliau mengatakan bahwa dibutuhkan biaya Rp 500.000,00-Rp 600.000,00 untuk satu kali pengisian pertamax. Padahal, jika kita mengacu pada harga literatur pertamax saat ini, biaya tersebut sebanding dengan harga 50 liter pertamax. Jumlah tersebut bukanlah jumlah yang wajar untuk kapasitas tanki sebuah mobil sedan.
            Pada hasil wawacara kepada petugas SPBU, juga terbukti bahwa di SPBU dapat terjadi kelangkaan premium dan petugas SPBU juga tidak menyetujui mobil mewah yang mengisi premium. Walaupun petugas pernah menawarkan konsumen untuk mengisi kendaraan dengan pertamax, konsumen menolak. Sebagai petugas SPBU juga tidak dapat ikut campur terlalu dalam kepada konsumen karena konsumen memiliki hak untuk memilih mengisi kendaraan dengan premium, pertamax atau pun pertamax plus. Maka petugas SPBU juga tidak dapat  menegur konsumen dikarenakan juga petugas SPBU mengatakan bahwa mereka hanya bekerja sebagai petugas SPBU yang tugasnya melayani konsumen.
Adapun hal yang sedikit berbeda dari dugaan sementara kami, yakni penggunaan BBM subsidi oleh pihak-pihak yang tidak dianjurkan ternyata tidak serta merta menunjukkan korelasi terhadap kelangkaan premium di SPBU-SPBU. Meski rasio penggunaan premium dan pertamax oleh para pemilik kendaraan di atas 1500cc di kedua SPBU yang diteliti penulis hampir sama, kelangkaan premium hanya sering terjadi pada salah satu SPBU. Itupun alasan yang dikemukakan oleh narasumber petugas adalah keterlambatan transportasi bahan bakar. Akan tetapi, penulis masih belum dapat menyimpulkan bahwa konsumsi pertamax untuk kendaraan 1500cc ke atas tidak berpengaruh terhadap kelangkaan BBM. Alasan pertama adalah kurangnya jumlah narasumber yang menyebabkan data yang penulis peroleh belum cukup untuk diolah menjadi suatu kesimpulan yang valid. Alasan yang kedua adalah tidak terelakkannya logika bahwa konsumsi premium berlebih menyebabkan tingginya permintaan terhadap produk tersebut. Apabila permintaan premium lebih rendah, tentu kegiatan transportasi atau distribusi premium dapat dikurangi frekuensinya dan pada saat yang sama, kemungkinan leterlambatan pun dapat berkurang. Logika ini pun sejalan dengan tingginya frekuensi kelangkaan di SPBU tersebut, yang dapat menuju pada kesimpulan bahwa suplai premium memang dibutuhkan dalam jumlah banyak dan waktu singkat.







Bab III
Penutup

3.1  Kesimpulan
Dari hasil wawancara yang dilakukan, kami mengetahui bahwa konsumen lebih memilih mengisi mobilnya dengan premium karena lebih murah dan pihak SPBU walaupun tidak setuju dengan keadaan yang terjadi juga tidak dapat berbuat apa-apa atau berbuat keras dan tegas. Karena takut melanggar hak konsumen.  Serta dari hasil wawancara juga terdapat bukti bahwa si setiap SPBU terdapat banyak pengguna mobil diatas 1500cc yang memang banyak melakukan pengisian dengan bahan bakar premium.

3.2  Saran
Sebaiknya dari Negara terdapat sanksi yang tegas akan penggunaan BBM yang tepat agar konsumen mengisi bahan bakar yang sesuai dengan kendaraan. Serta untuk konsumen sendiri apabila memilih kendaraan lebih baik memilih menggunakan kendaraan yang sesuai dengan keadaan ekonomi masing-masing, karena dapat berdampak untuk kedepannya. 





Daftar Pustaka:
Kemenperin. 2013.Kenaikkan BBM Tak Terelakkan.[http://www.kemenperin.go.id/artikel/4349/2013,-Kenaikan-BBM-Tak-Terelakan].16 Juni 2014
Ratya, Mega Putra.2013. SBY Kembali Jelaskan Tujuan Pemerintah Naikkan Harga BBM.[http://finance.detik.com/read/2013/06/12/171359/2271618/1034/sby-kembali-jelaskan-tujuan-pemerintah-naikkan-harga-bbm].25 Juli 2014
Taufik, Fatkhurohman.2013. Naik Turun Harga BBM Sejak Soekarno Hingga SBY.[http://www.suarasurabaya.net/fokus/20/2013/117775-Naik-Turun-Harga-BBM-Sejak-Soekarno-Hingga-SBY].25 Juli 2014
Budiartie,G. 2013. Harga BBM Resmi Naik. [http://www.tempo.co/read/news/2013/06/21/090490281/Harga-BBM-Resmi-Naik]. 7 Juli 2014
Situmeang, R. M. 2011.Tinjauan Pustaka. [http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22558/4/Chapter%20II.pdf].18 Juli 2014
Kholiq, Nur.2012.Pengertian Bahan Bakar dan Jenis.[http://www.scribd.com/doc/84603075/Pengertian-Bahan-Bakar-Dan-Jenis].18 Juli 2014
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi. tanpa tahun. Komoditas BBM.[http://www.bphmigas.go.id/id/komoditas-bbm.html].18 Juli 2014
 Ayumega.2011.Jenis BBM dan Model Kendaraan.[http://forum.kompas.com/otomotif-umum/34031-jenis-bbm-dan-model-kendaraan.html].18 Juli 2014
Anonim.2014.Pengertian BBM Subsidi Adalah.[ http://www.fiskal.co.id/berita/fiskal-13/685/pengertian-bbm-subsidi-adalah#.U9x9gKPQfTS].18 Juli 2014
Putra, Hidsan Koesmara.2011.Perbedaan Bensin Premium dan Pertamax. [http://www.memobee.com/perbedaan-bensin-premium-dengan-pertamax-422-eij.html].18 Juli 2014
Basyar, Zuraini.2013.Gunakan Pertamax, Rasakan Manfaat, Peduli Masyarakat Banyak.[http://edukasi.kompasiana.com/2013/01/27/gunakan-pertamax-rasakan-manfaat-peduli-masyarakat-banyak--529122.html].18 Juli 2014.



Lampiran
    
Gambar 1.2 Konsumen pengguna premium dengan mobil BMW

Gambar 1.3 Konsumen pengguna premium dengan mobil Nissan X-trail

Gambar 1.4 Konsumen pengguna premium dengan mobil Honda CRV 
         
 
Voice recorder untuk wawancara narasumber dapat dilihat di link:

No comments:

Post a Comment