PENGGUNAAN BAHAN BAKAR PREMIUM
DI KALANGAN MOBIL MEWAH
DI KALANGAN MOBIL MEWAH
KELOMPOK ANGGREK
HITAM:
Adeline
Genie Natan (203137168965813)
Emely
(203138182011236)
Rakhmat
Dharma Gempita (203139924028813)
Titin
(203132341866767)
Yolanda
Victoria (2031333531869234)
Yosephine
Adela Djohan (203138849425079)
Nilai
presentasi : 100
TANGERANG
2014
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur senantiasa kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berkat limpah
rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Penulis juga berterima kasih kepada dosen mata kuliah Kewarganegaraan, Bapak
Aryaning Arya Kresna, yang telah membimbing penulis dalam menyelesaikan tugas akhir mata kuliah Kewarnegaran yang berjudul “Penggunaan Bahan Bakar Premium di Kalangan Mobil Mewah”
Penyusunan makalah ini bertujuan untuk mengetahui alasan konsumen
lebih memilih bahan bakar premium
dibandingkan dengan pertamax khususnya
di daerah Serpong. Makalah ini disusun berdasarkan
hasil penelitian langsung yang dilakukan oleh peneliti di kawasan Gading
Serpong, Tangerang.
Adapun, penulisan makalah ini sangat sederhana dan masih jauh dari
kesempurnaan. Walaupun demikian, penulis berharap makalah ini bisa bermanfaat
bagi setiap orang yang membacanya. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih dan mohon maaf jika terdapat hal yang sekiranya tidak berkenan di dalam makalah ini.
Tangerang, 17 Juli 2014
Penulis
Daftar Isi
Kata Pengantar………………………………………………………………………1
Bab 1:
Pendahuluan………………………………………………………………… 3
Bab 2: Hasil
Penelitian………………………………………………………………7
Bab 3: Penutup………………………………………………………………………12
Lampiran…………………………………………………………………………….13
Daftar
Pustaka………………………………………………………………………14
Bab I
Pendahuluan
1.1
Latar belakang
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia
telah berlangsung dari masa pemerintahan Mantan Presiden Soeharto. Menurut
Taufik, kenaikan harga BBM yang bermula pada tahun 1991 terus berlangsung
hingga akhir masa pemerintahan Mantan Presiden SBY (2013). Meskipun kenaikan
harga BBM ini tetap diimbangi dengan penurunan, harga BBM yang dijual ke
masyarakat tetap dianggap mahal bagi sejumlah kalangan. Hal ini terbukti dari
sejumlah demo yang dilakukan oleh kalangan buruh dan mahasiswa pasca diumumkannya
harga resmi BBM sejak 22 juni 2013. Penolakan yang dilakukan oleh masyarakat
ini juga didukung oleh penolakan dari DPR RI. DPR RI menganggap bahwa kenaikan
harga BBM dapat semakin memberatkan masyarakat miskin dan melahirkan orang
miskin baru misalnya buruh PHK (Kemenperin, 2013).
Mantan Presiden SBY mengatakan bahwa pengurangan
subsidi BBM bertujuan agar subsidi bisa lebih disisihkan ke pembangunan
infrastrukur negara dan menambah bantuan anggaran bagi rakyat miskin (Ratya,
2013). SBY menegaskan pernyataannya dengan mengungkapkan kekecewaannya terhadap
penggunaan subsidi BBM yang lebih sering dinikmati oleh masyarakat menengah.
Pernyataan SBY ini juga didukung oleh Ninaswati Triawasti, seorang ekonom
Universitas Indonesia, menurut beliau subsidi pemerintah di bidang BBM belum
tepat sasaran. Maka dari itu Nina menyarankan agar subsidi sebesar 250 triliun
bisa dievaluasi dan dikurangi, dan lebih diarahkan untuk membangun
infrastruktur di daerah-daerah.
Jika subsidi pemerintah yang salah arah tidak
diambil tindakan, maka akan menyebabkan kerugian negara yang besar. Sebagai
contoh jika subsidi BBM tidak dikurangi, pembangunan infrastruktur negara akan
terhambat dan anggaran bagi rakyat miskin tidak tersedia dalam jumlah yang
memadai. Sebagai langkah pertama untuk mencari jalan keluar dari permasalahan perilaku
konsumen menengah dalam menggunakan BBM bersubsidi, maka perlu diketahui hal
yang mendorong timbulnya perilaku konsumen tersebut. Berdasarkan latar belakang
yang telah dipaparkan tersebut maka penulis melakukan penelitian tentang alasan
pengguna mobil mewah menggunakan premium.
1.2 Tujuan
Penelitian:
Untuk mengetahui penyebab pemilik mobil mewah
memakai premium
Untuk mengetahui tanggapan petugas SPBU mengenai
permasalahan tersebut
Pembuktian penggunaan premium bagi mobil mewah dari
pihak SPBU dan observasi
1.3 Rumusan Masalah:
Apakah penyebab pemilik mobil mewah menggunakan
premium sebagai bahan bakar?
Bagaimana tanggapan petugas SPBU mengenai masalah
tersebut?
Apakah ada bukti bahwa para pengguna diatas 1500cc
memang banyak yang menggunakan premium?
1.4 Kajian Pustaka
1.4.1 BBM
Bahan Bakar
adalah segala jenis materi yang dapat diubah menjadi bentuk energi, baik dalam
bentuk zat padat, cair, atau gas. Bahan bakar dalam bentuk zat cair lebih
dikenal dengan nama Bahan Bakar Minyak (BBM) (Kholiq, 2012) yang terbuat dari
minyak bumi. Minyak bumi ini juga sering dikatakan sebagai bahan bakar fosil
karena senyawa organik minyak bumi ini merupakan hasil dekomposisi tumbuhan
selama jutaan tahun. (Situmeang, 2011)
Jenis-jenis BBM
yang ada adalah sebagai berikut: (Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi,
tanpa tahun)
·
Avtur (Aviation
Turbin)
·
Avgas (Aviation
Gasoline)
·
Bensin
·
Minyak Tanah
·
Minyak Solar
(HDS)
·
Minyak Diesel
(MDS)
·
Minyak Bakar
(MFO)
·
Biodiesel
·
Pertamina Dex
BBM yang umum
dipakai untuk kendaraan bermotor seperti mobil dan sepeda motor adalah Bensin
dan Solar. Berdasarkan nilai oktan (Randon
Octane Number [RON]) yang dimiliki, bensin dibagi menjadi 3 jenis: Premium
(RON 88), Pertamax (RON 92), dan Pertamax Plus (RON 95). Semakin tinggi nilai
RON, semakin tinggi mutu jenis BBM ini. (Putra, 2011)
1.4.2 Penggunaan
Bahan Bakar
Penggunaan bahan
bakar bensin disesuaikan dengan kompresi mesin. Premium (RON 88) cocok untuk
mesin yang memiliki rasio kompresi 7:1 sampai dengan 9:1. Pertamax (RON 92)
cocok untuk mesin yang memiliki rasio kompresi 9:1 sampai dengan 10:1. Pertama
Plus (RON 95) cocok untuk mesin yang memiliki rasio kompresi 10:1 sampai dengan
12:1. Rasio kompresi mesin ini dapat dilihat di buku manual mobil yang
dimiliki. (Ayumega, 2011)
Mobil yang masih
diperbolehkan untuk menggunakan premium adalah mobil yang memiliki cc di bawah
1500 cc, seperti mobil-mobil dalam tabel berikut:
![]() |
| Gambar 1.1 Daftar jenis mobil yang masih diperbolehkan menggunakan bahan bakar premium |
1.4.3 BBM Bersubsidi
BBM bersubsidi adalah bahan bakar
minyak yang dijual kepada rakyat dengan harga dibawah harga bahan bakar dunia
karena sudah mendapatkan bantuan dana melalui potongan harga sebelumnya.
Pemerintah memberikan bantuan dana sehingga BBM ini memperoleh potongan harga
(Anonim, 2014). Jenis BBM bersubsidi yang dijual di Indonesia adalah Solar dan
Premium. Untuk jenis bensin, masih banyak konsumen premium yang merupakan
masyarakat menengah ke atas. (Basyar, 2013)
1.5
Metodologi
1.5.1 Wilayah Penelitian
Wilayah yang dijadikan
obyek oleh penulis dalam melakukan penelitian adalah tiga buah SPBU yang
berlokasi di daerah Gading Serpong, yakni SPBU di seberang McDonald’s Gading
Serpong, SPBU lama di belakang Summarecon Mall Serpong, dan SPBU di seberang
Mitra 10. Penulis memilih wilayah penelitian tersebut untuk menyesuaikan dengan tujuan penelitian
yang dilakukan penulis, yakni untuk menyelidiki penyebab terjadinya pelanggaran
menurut sudut pandang pengguna BBM, tanggapan pihak SPBU, serta untuk mendapatkan
bukti langsung dari adanya penggunaan BBM subsidi oleh para pemilik mobil di
atas 1500 cc. Di samping itu, berkaitan dengan keterbatasan waktu, biaya, dan
tenaga, penelitian dilakukan pada cakupan wilayah yang tidak jauh dari lokasi
domisili penulis.
1.5.2 Sampel
Berdasarkan wilayah
penelitian yang kami lakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa sampel yang
peneliti gunakan berupa Convenience
Sampling,
yaitu teknik pengambilan
sampel menurut keinginan peneliti. Sampel yang
penulis gunakan sebanyak 5 orang dengan rincian 3 orang pembeli premium yang
menggunakan mobil di atas 1500 cc serta 2 orang petugas SPBU.
1.5.3 Metode Pengumpulan Data
Penelitian
yang penulis lakukan berupa penelitian kualitatif dengan metode wawancara
langsung dengan narasumber-narasumber yang bersangkutan. Penulis menyiapkan dua
buah daftar pertanyaan, salah satu di antaranya ditujukan kepada pengguna BBM
dan yang lainnya ditujukan kepada petugas SPBU. Kedua daftar pertanyaan
tersebut terdiri dari pertanyaan-pertanyaan berstruktur terbuka. Hal tersebut
bertujuan agar penulis tidak menutup kemungkinan bahwa jawaban yang diberikan
narasumber berbeda dengan hipotesis-hipotesis yang dipikirkan penulis dan pada
saat yang sama mempersingkat waktu wawancara.
Bab II
Hasil Penelitian
2. Pembahasan
2.1
Hasil Wawancara
Pada tanggal 15 Mei 2014, kami mengunjungi di tiga
lokasi SPBU di kawasan Gading Serpong,
Tangerang. SPBU-SPBU tersebut bertempat di seberang McDonald Gading Serpong,
kawasan belakang Summarecon Mall Serpong, dan di dekat restoran Chinmaya. Kami
mulai melaksanakan kegiatan ke SPBU dari pukul 10.00 pagi. Kami hanya berhasil
mewawancarai dua pertugas SPBU dan 3 pelanggan SPBU yang memiliki mobil dengan
cc lebih dari 1500cc yang mengisi mobilnya dengan premium. Awalnya kami meminta
izin kepada manager di SPBU tersebut untuk mewawancarai tetapi di SPBU dekat
restoran Chinmaya tidak diizinkan untuk mewawancarai petugas SPBU karena takut
akan mengganggu aktivitas disana.
Pertanyaan
kami untuk petugas SPBU sebagai berikut:
1.
Nama petugas SPBU.
2.
Sudah berapa
lama petugas SPBU bekerja di SPBU tersebut.
3.
Apakah petugas
SPBU banyak melihat mobil mewah yang mengisi
dengan bahan bakar premium.
4.
Seberapa besar
perbandingan mobil mewah pengisi premium dengan pertamax.
5.
Apakah di SPBU
tesebut sering terjadi kelangkaan premium.
6.
Bagaimana
tanggapannya sebagai petugas SPBU apabila melihat mobil mewah mengisi premium.
7.
Apakah petugas
SPBU tersebut pernah menegur pemilik mobil mewah tersebut.
Pertanyaan kami
untuk konsumen sebagai berikut:
1.
Alasan konsumen memilih
mengisi mobil mewah dengan premium dibandingkan pertamax.
2.
Dalam sekali
pengisian konsumen menghabiskan biaya seberapa banyak.
3.
Apakah konsumen
tidak khawatir mesin kendaraan bisa bermasalah karena mengisi dengan premium.
Adapun rangkuman
dari penjelasan petugas SPBU kepada kami sebagai berikut:
Pada hasil wawancara petugas SPBU di
kawasan dekat McDonald Gading Serpong, kami mewawancarai seorang petugas SPBU
yang dipanggil Bapak Cepy. Bapak Cepy telah bekerja hamper 3 tahun di SPBU
tersebut dan ia sering melihat mobil mewah yang diisi dengan bahan bakar
premium, dengan perbandingan pengisi premium dan pertamax adalah 80 : 20. Di
SPBU tempat ia bekerja sering terjadi kelangkaan bahan bakar premium setiap
hari sekali. Mengenai tanggapannya terhadap pengisian mobil mewah dengan bahan
bakar premium adalah ia tidak setuju tetapi tidak pernah menegur konsumen.
Pada hasil wawancara petugas SPBU
dekat kawasan Summarecon Mall Gading Serpong, kami mewawancarai Bapak Nurhakim
yang telah bekerja selama 2 tahun. Ia juga sering melihat mobil mewah diisi
dengan bahan bakar premium dengan perbandingan premium 70 dan pertamax 30.
Tetapi di SPBU tersebut tidak pernah terjadi kelangkaan bahan bakar premium.
Tanggapan ia juga tidak setuju bahwa mobil mewah diisi dengan bahan bakar
premium, serta ia pernah menawarkan kepada konsumen untuk mengisi pertamax
tetapi konsumen menolak. Ia juga mengatakan bahwa konsumen memiliki haknya
sebagai konsumen.
Pada penjelasan dari konsumen kepada kami
dapat dirangkum sebagai berikut:
Pertama adalah hasil wawancara konsumen di
SPBU kawasan McDonald. Konsumen adalah pemilik mobil merek Honda jenis CR-V.
Konsumen memilih mengisi dengan premium karena harganya lebih murah dan
pertamax sangat mahal. Serta konsumen sedang mengalami kesulitan mencari biaya
sehingga diperlukan penghematan. Biaya untuk pengeluarannya dapat mencapai Rp
200.000,- hingga Rp 250.000,- untuk sekali pengisian. Konsumen tidak pernah
merasa khawatir akan kerusakan mesin mobil karena kerusakan mobil tidak akan
terjadi secara langsung, serta selama ini tidak terdapat kendala pada mesin.
Kedua adalah hasil wawancara
konsumen di SPBU kawasan belakang Summarecon Mall Gading Serpong dengan mobil konsumen adalah mobil merek
Nissan jenis X-Trail. Alasan konsumen mengisi dengan premium juga karena murah.
Dalam sekali pengisian dapat menghabiskan biaya hingga Rp 200.000,- an.
Konsumen juga tidak khawatir akan mesin mobil karena bahan bakar premium sudah
digunakan konsumen bertahun-tahun dan keadaan mesin masih bagus.
Ketiga adalah hasil wawancara
konsumen di SPBU kawasan restoran Chinmaya dengan pemilik mobil merek BMW.
Konsumen memilih premium karena lebih murah dan hemat biaya, dengan sekali
pengisian pertamax jauh lebih mahal daripada premium. Konsumen mengaku
membutuhkan biaya Rp 500.000,00-Rp 600.000,00 untuk satu kali pengisian
pertamax, dan bahan bakar tersebut hanya dapat digunakan selama 2-3 hari,
berbeda dengan premium yang dapat bertahan hingga 4 hari. Konsumen tetap
memilih mengisi dengan premium karena apabila mobil rusak terdapat asuransi.
2.2 Pembahasan hasil wawancara
Setiap tahun bahan bakar minyak
selalu meningkat, harga BBM di tahun 2014 sekarang masih sama dengan harga BBM
di tahun 2013 yaitu untuk jenis premium Rp 6.500,- per liter dan solar Rp
5.500,- per liter . Penentuan harga eceran BBM disesuaikan dengan pasal 4,5,6
Peraturan Presiden Nomor 15 tahun 2012 dan Peraturan Menteri Energi dan Sumber
Daya Mineral Nomor 18 Tahun 2013. Dengan kenaikan harga yang telah ditentukan
ini, BBM bersubsidi seperti premium
lebih banyak dipilih konsumen. Dari hal tersebut, maka wawancara yang
telah dilakukan kepada petugas SPBU dan konsumen yang memiliki cc liter mobil
di atas 1500 cc mengenai penggunaan subsidi premium ini.
Melalui penelitian ini, telah
ditemukan bukti-bukti yang menunjukkan dengan jelas bahwa bahan bakar premium
masih banyak digunakan oleh para pemilik kendaraan ‘’mewah’’. Bukti pertama
adalah berhasil ditemukannya para narasumber konsumen beserta dengan sejumlah
pengguna lainnya yang tidak bersedia diwawancara hanya dalam waktu pengamatan
rata-rata setengah jam per SPBU. Selain itu, pernyataan tersebut juga dapat
dibuktikan dari keterangan petugas SPBU sendiri yang membenarkan bahwa memang
banyak pihak yang seharusnya menggunakan pertamax namun justru memilih premium.
Bahkan, menurut mereka, jumlah pengguna kendaraan 1500cc ke atas yang membeli
premium jauh lebih banyak, dapat mencapai empat kali lipat jumlah pengguna yang
membeli pertamax. Dari bukti-bukti tersebut, dapat dikatakan bahwa Peraturan
Presiden dan Peraturan Menteri SDM mengenai pembatasan subsidi belum
benar-benar dilaksanakan di wilayah Gading Serpong.
Dari hasil wawancara yang didapat
pada konsumen, Semua narasumber konsumen menjawab bahwa mereka menggunakan
premium sebagai bahan bakar minyak karena harganya yang lebih murah
dibandingkan pertamax yang harganya Rp
11.500 per liter. Padahal apabila mobil yang cc nya lebih dari 1500cc
seharusnya menggunakan bahan bakar minyak berupa pertamax, bukan lagi premium
yang merupakan subsidi pemerintah untuk mobil dibawah 1500cc. Memang harga
premium murah tetapi terdapat mutu dan kualitas yang berbeda dengan pertamax.
Menurut keterangan dua dari tiga konsumen yang menjadi narasumber, mereka telah
menggunakan premium selama beberapa tahun dan mesin kendaraan masih berfungsi
dengan baik sehingga mereka lebih memilih menggunakan premium. Ini membuktikan
konsumen tidak peduli dengan kualitas BBM ataupun keadaan mesinnya karena
mereka merasa bahwa mutu bahan bakar tidak memberikan pengaruh signifikan
terhadap kondisi mesin kendaraan.
Akan tetapi, salah satu faktor
kesalahan yang dapat terjadi pada penelitian dengan metode wawancara langsung
adalah belum tentu semua narasumber memberikan jawaban yang valid. Sebagaimana
halnya dalam penelitian ini, ada salah satu narasumber pengguna premium yang
memberikan keterangan yang kurang masuk akal, yakni pemilik mobil BMW. Beliau
mengatakan bahwa dibutuhkan biaya Rp 500.000,00-Rp 600.000,00 untuk satu kali
pengisian pertamax. Padahal, jika kita mengacu pada harga literatur pertamax
saat ini, biaya tersebut sebanding dengan harga 50 liter pertamax. Jumlah
tersebut bukanlah jumlah yang wajar untuk kapasitas tanki sebuah mobil sedan.
Pada hasil wawacara kepada petugas
SPBU, juga terbukti bahwa di SPBU dapat terjadi kelangkaan premium dan petugas
SPBU juga tidak menyetujui mobil mewah yang mengisi premium. Walaupun petugas
pernah menawarkan konsumen untuk mengisi kendaraan dengan pertamax, konsumen
menolak. Sebagai petugas SPBU juga tidak dapat ikut campur terlalu dalam kepada
konsumen karena konsumen memiliki hak untuk memilih mengisi kendaraan dengan
premium, pertamax atau pun pertamax plus. Maka petugas SPBU juga tidak
dapat menegur konsumen dikarenakan juga
petugas SPBU mengatakan bahwa mereka hanya bekerja sebagai petugas SPBU yang tugasnya
melayani konsumen.
Adapun hal yang sedikit berbeda dari dugaan
sementara kami, yakni penggunaan BBM subsidi oleh pihak-pihak yang tidak
dianjurkan ternyata tidak serta merta menunjukkan korelasi terhadap kelangkaan
premium di SPBU-SPBU. Meski rasio penggunaan premium dan pertamax oleh para
pemilik kendaraan di atas 1500cc di kedua SPBU yang diteliti penulis hampir
sama, kelangkaan premium hanya sering terjadi pada salah satu SPBU. Itupun
alasan yang dikemukakan oleh narasumber petugas adalah keterlambatan
transportasi bahan bakar. Akan tetapi, penulis masih belum dapat menyimpulkan
bahwa konsumsi pertamax untuk kendaraan 1500cc ke atas tidak berpengaruh
terhadap kelangkaan BBM. Alasan pertama adalah kurangnya jumlah narasumber yang
menyebabkan data yang penulis peroleh belum cukup untuk diolah menjadi suatu
kesimpulan yang valid. Alasan yang kedua adalah tidak terelakkannya logika
bahwa konsumsi premium berlebih menyebabkan tingginya permintaan terhadap
produk tersebut. Apabila permintaan premium lebih rendah, tentu kegiatan
transportasi atau distribusi premium dapat dikurangi frekuensinya dan pada saat
yang sama, kemungkinan leterlambatan pun dapat berkurang. Logika ini pun
sejalan dengan tingginya frekuensi kelangkaan di SPBU tersebut, yang dapat
menuju pada kesimpulan bahwa suplai premium memang dibutuhkan dalam jumlah
banyak dan waktu singkat.
Bab III
Penutup
3.1 Kesimpulan
Dari hasil wawancara
yang dilakukan, kami mengetahui bahwa konsumen lebih memilih mengisi mobilnya
dengan premium karena lebih murah dan pihak SPBU walaupun tidak setuju dengan
keadaan yang terjadi juga tidak dapat berbuat apa-apa atau berbuat keras dan
tegas. Karena takut melanggar hak konsumen.
Serta dari hasil wawancara juga terdapat bukti bahwa si setiap SPBU
terdapat banyak pengguna mobil diatas 1500cc yang memang banyak melakukan
pengisian dengan bahan bakar premium.
3.2 Saran
Sebaiknya dari Negara terdapat sanksi
yang tegas akan penggunaan BBM yang tepat agar konsumen mengisi bahan bakar
yang sesuai dengan kendaraan. Serta untuk konsumen sendiri apabila memilih kendaraan
lebih baik memilih menggunakan kendaraan yang sesuai dengan keadaan ekonomi
masing-masing, karena dapat berdampak untuk kedepannya.
Daftar Pustaka:
Kemenperin. 2013.Kenaikkan BBM Tak Terelakkan.[http://www.kemenperin.go.id/artikel/4349/2013,-Kenaikan-BBM-Tak-Terelakan].16 Juni 2014
Ratya, Mega Putra.2013. SBY Kembali Jelaskan
Tujuan Pemerintah Naikkan Harga BBM.[http://finance.detik.com/read/2013/06/12/171359/2271618/1034/sby-kembali-jelaskan-tujuan-pemerintah-naikkan-harga-bbm].25
Juli 2014
Taufik, Fatkhurohman.2013. Naik Turun Harga BBM
Sejak Soekarno Hingga SBY.[http://www.suarasurabaya.net/fokus/20/2013/117775-Naik-Turun-Harga-BBM-Sejak-Soekarno-Hingga-SBY].25
Juli 2014
Budiartie,G. 2013. Harga BBM Resmi Naik. [http://www.tempo.co/read/news/2013/06/21/090490281/Harga-BBM-Resmi-Naik]. 7 Juli 2014
Situmeang, R. M. 2011.Tinjauan Pustaka. [http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22558/4/Chapter%20II.pdf].18 Juli 2014
Kholiq, Nur.2012.Pengertian Bahan Bakar dan Jenis.[http://www.scribd.com/doc/84603075/Pengertian-Bahan-Bakar-Dan-Jenis].18
Juli 2014
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi. tanpa
tahun. Komoditas BBM.[http://www.bphmigas.go.id/id/komoditas-bbm.html].18
Juli 2014
Ayumega.2011.Jenis BBM dan Model Kendaraan.[http://forum.kompas.com/otomotif-umum/34031-jenis-bbm-dan-model-kendaraan.html].18
Juli 2014
Anonim.2014.Pengertian BBM Subsidi Adalah.[ http://www.fiskal.co.id/berita/fiskal-13/685/pengertian-bbm-subsidi-adalah#.U9x9gKPQfTS].18 Juli 2014
Putra,
Hidsan Koesmara.2011.Perbedaan Bensin
Premium dan Pertamax. [http://www.memobee.com/perbedaan-bensin-premium-dengan-pertamax-422-eij.html].18 Juli 2014
Basyar,
Zuraini.2013.Gunakan Pertamax, Rasakan
Manfaat, Peduli Masyarakat Banyak.[http://edukasi.kompasiana.com/2013/01/27/gunakan-pertamax-rasakan-manfaat-peduli-masyarakat-banyak--529122.html].18 Juli 2014.
Lampiran
![]() |
| Gambar 1.2 Konsumen pengguna premium dengan mobil BMW |
![]() |
| Gambar 1.3 Konsumen pengguna premium dengan mobil Nissan X-trail |
![]() |
| Gambar 1.4 Konsumen pengguna premium dengan mobil Honda CRV |
Voice
recorder untuk wawancara narasumber dapat dilihat di link:





No comments:
Post a Comment